Bila Anda menemukan ular di vila Bali, mundur pelan sejauh minimal dua meter, keluarkan anak dan hewan peliharaan dari ruangan, tutup pintunya, lalu hubungi tim penyelamat ular atau pengelola vila. Jangan mencoba menangkap atau memukulnya, karena sebagian besar gigitan terjadi justru saat orang berusaha mengusir ular.
Peringatan ini sedang relevan. Jumat, 30 Oktober 2026, Yayasan Reptil Asih Tabanan mengevakuasi sarang king cobra berisi 22 telur di kebun warga Desa Angkah Kaja, Tabanan, dibantu pasangan suami istri asal Australia yang rutin ikut rescue setiap berlibur ke Bali (detikBali dan Bali Post, 30 Oktober 2026). detikBali menulis lokasinya Kecamatan Selemadeg, Bali Post menyebut Selemadeg Barat. Induknya, sekitar 2,2 meter, kabur ke Tukad Balian. Awal Oktober, sarang lain berisi 23 telur juga ditemukan di Jegu, Tabanan.
Ular berbisa apa saja yang ada di Bali?
Daftar yang disusun bali.com bersama pakar ular Ron Lilley (Bali Snake Patrol) memuat beberapa jenis yang perlu Anda kenali:
- Ular hijau ekor merah (island pit viper, Trimeresurus insularis). Penyebab gigitan paling sering karena warnanya menyatu dengan daun dan orang menginjaknya dalam gelap.
- Kobra jawa (Naja sputatrix). Bisa menyemburkan bisa ke arah mata dari jarak beberapa meter.
- Ular weling (Malayan krait, Bungarus candidus). Belang hitam putih, aktif malam, disebut Lilley sebagai ular paling berbisa di Bali. Gigitannya sering tidak terasa sakit.
- Ular welang (banded krait, Bungarus fasciatus). Belang hitam kuning.
- King cobra. Jarang masuk rumah, tapi bersarang di kebun dan rumpun bambu dekat sungai, seperti kasus Tabanan.
Sebagian besar ular yang masuk vila, misalnya ular tikus atau ular sanca kecil, tidak berbisa. Namun Lilley menyarankan semua ular diperlakukan sebagai berbahaya sampai dipastikan jenisnya.
Kenapa sekarang lebih sering?
Ketua Yayasan Reptil Asih, Ni Putu Astridayanti, menyebut awal musim hujan bertepatan dengan musim bertelur king cobra. Hujan juga menggenangi lubang tempat ular dan tikus bersembunyi, sehingga keduanya mencari tempat kering, termasuk dapur terbuka, gudang, dan taman vila. Prakiraan awal musim hujan tahun ini ada di artikel prakiraan BMKG kami.
Apa yang harus dilakukan bila ada ular di kamar?
- Jaga jarak, jangan menyudutkannya, dan biarkan jalur keluar terbuka.
- Foto dari jauh bila aman. Foto membantu penyelamat mengenali jenisnya.
- Hubungi pengelola vila atau tim penyelamat. Ron Lilley menerima foto identifikasi lewat WhatsApp di +62 813 3849 6700 (menurut bali.com, dicek 31 Oktober 2026). Di Tabanan ada Yayasan Reptil Asih.
- Bila ular kobra menyembur ke mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama beberapa menit lalu ke rumah sakit.
Bagaimana P3K yang benar bila tergigit?
Pedoman WHO untuk Asia Tenggara (Guidelines for the Management of Snakebites, 2016) dan saran Lilley di bali.com sejalan pada intinya:
- Tenangkan korban dan buat ia tidak bergerak. Lepas cincin, jam, atau gelang sebelum bengkak.
- Bidai anggota tubuh yang tergigit agar tidak ditekuk, lalu bawa korban dengan mobil. Korban jangan berjalan atau menyetir sendiri.
- Jangan menyedot, menyayat, atau memasang torniket ketat. Jangan beri es, ramuan, atau alkohol.
- Wisatawan Australia mengenal pressure immobilisation bandage. Pedoman WHO membolehkan balutan tekan untuk dugaan gigitan ular neurotoksik seperti kobra dan weling, tapi tidak untuk ular hijau yang menyebabkan bengkak hebat. Bila ragu jenisnya, bidai saja dan segera berangkat.
Nomor darurat: 112 (umum), 119 (ambulans). Nomor lama 118 masih dipakai di beberapa daerah.
Di rumah sakit mana ada antivenom?
Antivenom buatan Bio Farma, Biosave atau SABU, bersifat polivalen untuk tiga jenis ular: ular tanah (Calloselasma rhodostoma), welang (Bungarus fasciatus), dan kobra jawa (Naja sputatrix). King cobra, weling, dan ular hijau tidak tercantum dalam komposisinya, jadi untuk gigitan jenis itu penanganan di rumah sakit lebih bergantung pada perawatan suportif seperti bantuan napas.
bali.com menyebut BIMC Hospital (Kuta, Nusa Dua, Ubud) dan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah di Denpasar punya pengalaman menangani gigitan ular. Kami tidak menemukan pernyataan resmi soal stok antivenom di rumah sakit mana pun, termasuk Siloam, jadi minta pengemudi atau pengelola vila menelepon IGD sambil Anda berangkat. Daftar rumah sakit dan biaya IGD ada di panduan kesehatan darurat Bali. Prinsip "ke rumah sakit dulu, jangan obati sendiri" juga berlaku untuk gigitan hewan lain, lihat langkah rabies bila digigit monyet atau anjing.
Cara mengurangi risiko di vila
- Pakai senter dan alas kaki saat berjalan di taman pada malam hari.
- Tutup pintu geser dan kasa, terutama di vila yang berbatasan dengan sawah, sungai, atau rumpun bambu.
- Lilley menyarankan memangkas dahan yang menyentuh atap karena menjadi jalan ular dan tikus.
- Cek sepatu dan handuk yang ditinggal di luar sebelum dipakai.
Satu hal yang sering terlupa: ular yang ditawarkan untuk foto berbayar di objek wisata bukan cara aman mengenal ular, dan ada aturannya sendiri, lihat bolehkah foto dengan ular berbayar di Bali. Aturan lain yang perlu wisatawan tahu ada di halaman aturan Bali.
FAQ
Apakah asuransi perjalanan menanggung gigitan ular?
Umumnya masuk perawatan darurat, tapi cek polis Anda dan simpan semua kuitansi rumah sakit.
Apakah ular di Bali bisa masuk ke kolam renang?
Bisa, terutama saat hujan. Jangan berenang bila ada ular, minta staf mengangkatnya dengan jaring panjang atau memanggil penyelamat.
Harus membawa ularnya ke rumah sakit?
Tidak. Foto dari jarak aman sudah cukup. Mencoba menangkap ular justru menambah korban.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!