Ya, per 29 Oktober 2026 Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan masih rawan pemadaman listrik bergilir 1-3 jam di beberapa titik, karena pembangkit di pulau itu sempat defisit sekitar 1,5 MW dari beban puncak 18,5 MW. PLN menargetkan mesin tambahan 5 MW beroperasi bertahap mulai pertengahan November 2026, jadi Anda yang menyeberang dalam dua-tiga minggu ke depan sebaiknya siap menghadapi AC, Wi-Fi, dan pompa air yang mati sementara.
Apa yang sebenarnya terjadi
Bali Post (7 Oktober 2026) melaporkan pemadaman luas pada Selasa 6 Oktober akibat gangguan salah satu genset cadangan PLTD Nusa Penida, sampai Kapolsek Nusa Penida turun mengecek pembangkit. Pada 27 Oktober, Bupati Klungkung I Made Satria meninjau kantor PLN ULP Nusa Penida di Kutampi Kaler. Menurut Bali Tribune (28 Oktober 2026), GM PLN UID Bali Ajrun Karim meminta maaf atas pemadaman bergilir berdurasi 1-3 jam dan menyebut kerusakan mesin pembangkit utama sebagai pemicunya.
Bantuan jangka pendek sudah tiba berupa genset dari Mandalika, Lombok, tetapi angkanya berbeda antarsumber. Bali Tribune menulis 2 x 800 kW dan 2 x 300 kW, sedangkan NusaBali (29 Oktober 2026) menulis dua unit 800 kVA dan dua unit 400 kVA, total 2,4 MVA. NusaBali mengutip PLN bahwa mesin 5 MW tiba di PLTD Kutampi awal November dan mulai beroperasi bertahap pertengahan bulan. Bali Tribune menambahkan PLTS 4,5 MW pada jadwal yang sama, sementara NusaBali menyebut PLTS 4,5 MW di Suana masih tahap kajian. Kebutuhan listrik tiga pulau ini tumbuh sekitar 12,28 persen per tahun, lebih cepat dari Bali daratan.
Dampaknya bagi tamu
- Penginapan kecil paling terasa. Saat gangguan serupa pada Oktober 2025, IDN Times mencatat keluhan pengelola akomodasi soal AC mati, Wi-Fi putus, dan pendingin makanan tidak berfungsi. Resor besar umumnya punya genset sendiri, homestay belum tentu.
- Air bisa ikut berhenti. Banyak penginapan memakai pompa listrik. Tanyakan apakah tangki air cukup untuk beberapa jam.
- Kartu dan QRIS bisa gagal bila mesin EDC atau menara sinyal ikut padam. Bawa tunai secukupnya, termasuk untuk retribusi masuk Nusa Penida. Pos retribusi baru di Pantai Kelingking yang diresmikan 23 Oktober memakai tiga mesin tiket otomatis (detikBali), dan mesin seperti itu butuh listrik.
- Malam lebih gelap. Jalan ke tebing barat sudah minim lampu. Saat listrik padam, warung pinggir jalan ikut gelap, jadi hindari naik motor sesudah magrib bila Anda belum hafal rute.
Yang sebaiknya Anda siapkan
- Power bank terisi penuh dan senter kecil. Bila terbang lanjutan, cek dulu batas power bank di kabin.
- Saat memesan, tanyakan lewat chat: apakah ada genset, dan apakah AC ikut menyala saat genset berjalan. Jawaban tertulis lebih berguna daripada foto kamar.
- Obat yang harus disimpan dingin sebaiknya dibawa ke penginapan bergenset, atau minta kotak pendingin.
- Unduh peta offline dan simpan e-tiket fast boat sebelum menyeberang. Cek juga kondisi laut, karena BMKG sempat memperingatkan gelombang hingga 4 meter pada 27-30 Oktober.
Bila rencana Anda lentur, menginap di Sanur dan menyeberang sehari juga masuk akal; voucher hotel Sanur di AccessiaPass bisa menjadi pegangan selama listrik di pulau belum stabil.
Pertanyaan yang sering muncul
Perlu membatalkan perjalanan ke Nusa Penida? Tidak ada imbauan resmi untuk membatalkan. Pemadaman bersifat bergilir 1-3 jam di beberapa titik, bukan padam total. Pilih penginapan bergenset bila Anda butuh AC atau listrik stabil untuk bekerja.
Kapan listrik kembali normal? Target PLN adalah mesin 5 MW beroperasi bertahap pertengahan November 2026. Sampai PLN mengumumkan pemadaman bergilir selesai, anggap risikonya masih ada.
Apakah Bali daratan ikut terdampak? Tidak. Ini masalah sistem kelistrikan terpisah di tiga pulau Nusa, yang dipasok PLTD Kutampi. Aturan umum lain untuk wisatawan ada di halaman aturan Bali.
Info dicek 29 Oktober 2026 dari Bali Post, Bali Tribune, NusaBali, detikBali, dan IDN Times.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!