Snorkeling di Desa Les Tejakula: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi

Snorkeling di Desa Les, Kecamatan Tejakula, selalu didampingi pemandu dari kelompok wisata warga, dan menurut salah satu pemandunya jam terbaik adalah pukul 07.00-08.00 Wita, saat laut paling tenang dan air paling jernih (detikBali, Juni 2026). Desa ini sekitar 35 km di timur Singaraja, jauh dari rute tur biasa. Ada tujuh hal yang sering terlewat sebelum orang datang ke sini.

1. Datang pagi, bukan siang

Pemandu Desa Les menyebut pukul 07.00-08.00 sebagai waktu paling tenang dengan visibilitas terbaik. Kalau kamu menginap di Lovina, artinya berangkat sekitar pukul 05.45. Lebih masuk akal bermalam di Tejakula atau Tulamben.

2. Kamu tidak berenang sendirian

Satu sesi bisa berisi puluhan tamu yang dipandu belasan pemandu sekaligus. Pelampung wajib dipakai sepanjang sesi; tamu tidak diizinkan melepasnya atau menyelam ke bawah. Kalau kamu freediver yang ingin turun bebas, tanyakan paket selam, bukan snorkeling.

3. Yang dilihat: karang, ikan hias, area transplantasi

Perairan Les dikenal dengan hamparan terumbu karang, ikan hias, dan area transplantasi karang yang dijaga kelompok pemerhati karang setempat. Jangan membayangkan pantai pasir putih ala Nusa Penida. Pesisir Tejakula umumnya berpasir gelap dan berbatu, jadi bawa sepatu air.

4. Harga paket: tanyakan apa yang termasuk

Di profil resmi Desa Wisata Les di portal Jadesta Kemenpar (dicek Oktober 2026), "Marine Attraction" tercantum Rp850.000 dan paket diving juga Rp850.000. Portal itu tidak menjelaskan apakah harganya per orang atau per grup, dan apakah alat, perahu, serta pemandu sudah termasuk. Tanyakan langsung ke Bumdesa Giri Segara, pengelola yang kontaknya tercantum di profil tersebut.

5. Ada rencana retribusi snorkeling

Dinas Kelautan dan Perikanan Bali pada Mei 2026 menyatakan pungutan retribusi snorkeling akan diperluas ke Tejakula, Pemuteran, dan Tulamben, dengan tarif titik baru belum ditetapkan (Bali Post, 6 Mei 2026). Sampai Oktober 2026 kami belum menemukan angka resminya, jadi bawa uang tunai lebih.

6. Gabungkan dengan garam palungan

Desa Les masih membuat garam palungan tradisional dari air laut dan sinar matahari, tetapi hanya sekitar 15 petani yang masih aktif (detikBali, Juni 2026). Produksinya berjalan di musim kemarau. Kunjungan pembuatan garam tercantum Rp150.000 di Jadesta. Setelah snorkeling, kamu bisa trekking ke Air Terjun Yeh Mampeh di desa yang sama, atau makan siang di Dapur Bali Mula yang wajib reservasi.

7. Perjalanannya panjang

Dari Singaraja sekitar 35 km, kira-kira 1 jam lewat jalan pesisir Singaraja-Amlapura. Dari Lovina tambah 15-20 menit. Dari Denpasar atau Sanur sekitar 3 jam lewat Kintamani dan Kubutambahan. Jalan pesisirnya beraspal baik tetapi ramai truk. Dari Tulamben, Les hanya sekitar 30-40 menit ke arah barat.

Lokasi dan reservasi

  • Lokasi: Lihat di Google Maps
  • Reservasi: hubungi Bumdesa Giri Segara (kontak di profil Jadesta Desa Wisata Les) minimal sehari sebelumnya. Tanyakan jam berangkat, harga per orang, dan sewa alat.
  • Instagram: cari di Instagram
  • Kurang cocok untuk: yang ingin snorkeling bebas tanpa pemandu, atau yang hanya punya setengah hari dari Bali selatan.

Kalau laut Les sedang keruh, snorkeling di Bondalem sekitar 10 km di barat bisa jadi rencana cadangan di hari yang sama.

Snorkeling di Desa Les Tejakula: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi Snorkeling di Desa Les Tejakula: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi Snorkeling di Desa Les Tejakula: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.