Di ujung timur laut Buleleng, tersembunyi di Desa Les, Kecamatan Tejakula, terdapat Air Terjun Yeh Mampeh atau yang lebih dikenal sebagai Les Waterfall. Nama "Yeh Mampeh" berarti "air yang terbang", menggambarkan air yang seolah melayang jatuh dari tebing setinggi lebih dari 30 meter. Ini menjadikannya salah satu air terjun tertinggi di Bali, bahkan sebagian warga menyebutnya yang paling tinggi.
Perjalanan Menuju Air Terjun
Dari area parkir, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 15–20 menit melewati jalur hutan yang teduh dan relatif mudah. Suara gemuruh air akan menuntun langkah Anda. Karena lokasinya jauh dari pusat wisata, tempat ini masih sepi dan alami, cocok bagi Anda yang mencari ketenangan jauh dari keramaian.
Kolam Sejuk & Suasana Alami
Di bawah air terjun terdapat kolam alami dengan air yang sejuk dan segar, sempurna untuk berendam setelah perjalanan. Panorama tebing hijau dan hutan tropis di sekelilingnya membuat suasana terasa magis.
- Bawa alas kaki anti selip — bebatuan di sekitar air terjun licin.
- Kenakan pakaian ganti dan handuk jika ingin berendam.
- Hati-hati saat musim hujan; debit air bisa deras dan jalur licin.
- Bawa air minum dan camilan, warung di sekitar terbatas.
- Datang pagi hari untuk cahaya terbaik dan suasana paling sepi.
Karena masih alami, jagalah kebersihan dan jangan meninggalkan sampah. Perpanjang petualangan Anda di Bali Utara dan cek voucher hotel di AccessiaPass untuk menginap nyaman di sekitar Buleleng.
Info Praktis & Reservasi
- Lihat di Google Maps
- Cara berkunjung: bayar tiket masuk di loket sekitar Rp10.000–Rp20.000 per orang, lalu jalan kaki 15–20 menit dari parkir menuju air terjun.
- Jam kunjungan terbaik: pagi hingga siang hari saat cuaca cerah.
- Untuk inspirasi foto dan kondisi terkini, cari di Instagram.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!