Kawasan Titik Nol Singaraja, di depan Kantor Bupati Buleleng dan Patung Singa Ambara Raja, dimelaspas pada Rabu, 29 Juli 2026 dan sekaligus diberi nama baru Praja Mandala Singa Ambara Raja. Nama itu dipilih dari sekitar 868 usulan dalam sayembara, menurut RRI. Penataannya dibiayai bantuan keuangan khusus Pemkab Badung Rp25 miliar dan dikerjakan sekitar 4,5 bulan sejak Februari 2026. Kawasannya ruang publik, gratis, dan terbuka untuk siapa saja.
Bagi Anda yang menginap di Lovina, pertanyaannya praktis: dengan satu sore di Singaraja, lebih baik ke Titik Nol, ke eks Pelabuhan Buleleng, atau ke Pantai Penimbangan?
Apa yang berubah di Titik Nol
Konsepnya heritage, untuk menghidupkan lagi jejak Singaraja sebagai ibu kota Provinsi Sunda Kecil. Lantai batu andesit baru, 75 lampu trotoar yang pertama kali dinyalakan 23 Juni 2026, kursi taman, dan pohon tabebuya yang baru ditanam sebagai peneduh. Bupati I Nyoman Sutjidra menyebut halaman kantor bupati dan rumah jabatan dibuka sebagai ruang terbuka hijau ramah anak sekaligus bagian dari city tour Singaraja. Keamanan memakai CCTV, pecalang Banjar Paketan dan Banjar Tegal, serta pengendali kecepatan di sisi utara, timur, dan barat untuk meredam balap liar.
Liputan detikBali dan tatkala.co sama-sama menyebut sore sebagai jam paling ramai: warga duduk, berolahraga, dan memotret, dan sebagian membandingkan suasananya dengan Yogyakarta. Seorang pedagang sate di sekitar kawasan bercerita kepada detikBali pada Agustus 2026 bahwa dulu lapaknya sepi pukul 21.00, kini ia berjualan sampai pukul 01.00-02.00. Sate dengan lontong mulai Rp15rb.
Penataan ini baru tahap pertama. Pemkab Buleleng berencana memperluasnya tahun depan ke kawasan Puri, Pasar Buleleng, ke barat hingga Setra Buleleng, dan sisi utara dekat Taman Kota. Lobi Kantor Bupati juga dikembalikan fungsinya sebagai tempat warga datang untuk mesadu atau berdiskusi, tanpa tembok-tembok tinggi seperti dulu. Artinya, wajah pusat Singaraja masih akan berubah selama 2026-2027, dan foto yang Anda lihat di media sosial bisa cepat usang.
Tiga pilihan sore di Singaraja
- Titik Nol (Praja Mandala Singa Ambara Raja): paling hidup setelah pukul 17.00 hingga malam, saat lampu menyala. Nilainya ada pada suasana alun-alun kota dan sejarah Sunda Kecil. Tidak menghadap laut, jadi bukan tempat melihat matahari tenggelam ke air.
- Eks Pelabuhan Buleleng: tepi laut di Kampung Bugis, sekitar 10 menit dari pusat kota. Jam terbaik 16.30-19.00, ada Monumen Yudha Mandala Tama dan pedagang kaki lima. Dermaga apungnya ditutup sejak Januari 2026 karena rusak diterjang gelombang.
- Pantai Penimbangan: sekitar 4 km dari pusat kota, pasir hitam, warung lesehan menghadap laut dengan tipat blayag dan ikan bakar. Paling pas bila Anda ingin makan sambil menunggu senja.
Kekurangan Titik Nol
Siang hari masih terik karena tabebuya baru ditanam; pemerintah sendiri menyebut peneduh itu dimaksudkan agar kawasan nyaman terutama pada siang hari. Anda tidak bisa parkir di tepi kawasan inti; gunakan kantong parkir resmi seperti Kantor Bapenda di sisi utara, Gedung Laksmi Graha di sisi barat, dan parkir Kantor Bupati di sisi selatan. Penataan kota tua juga belum selesai: Pasar Anyar dan Jalan Diponegoro sedang dibenahi dengan target Desember 2026, jadi bersiaplah menghadapi pengalihan lalu lintas di sekitarnya. Terakhir, nama barunya belum tentu dikenal aplikasi peta.
Keputusan
Kalau hanya punya satu sore, mulai dari eks Pelabuhan Buleleng pukul 16.30 untuk senja di atas laut, lalu pindah ke Titik Nol setelah 18.30 saat lampu menyala dan warung sate mulai ramai. Pilih Penimbangan bila tujuan utama Anda makan lesehan di tepi pantai. Titik Nol sendirian layak disinggahi bila Anda sudah berada di Singaraja atau menyukai sejarah kota, tapi belum jadi alasan untuk menyetir jauh-jauh dari Bali selatan.
Lokasi, jam, dan cara ke sana
- Lokasi: depan Kantor Bupati Buleleng, pusat Kota Singaraja. Lihat di Google Maps
- Jam: ruang publik terbuka, paling ramai sore hingga malam. Gratis, tanpa reservasi.
- Dari Lovina (Kalibukbuk): sekitar 20 menit berkendara.
- Parkir: kantong parkir resmi (Bapenda, Gedung Laksmi Graha, Kantor Bupati).
- Suasana terbaru: cari di Instagram
Bila "Praja Mandala" tidak ditemukan di aplikasi peta, cari "Patung Singa Ambara Raja"; patung itulah pusat kawasannya.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!