Pelabuhan Buleleng: Sunset & Sejarah di Pelabuhan Tua Singaraja

Ribuan wisatawan melintasi Singaraja setiap hari menuju Lovina dan hampir semuanya lewat begitu saja. Padahal di ujung utara kota, di Kelurahan Kampung Bugis, berdiri ruang publik tepi laut paling hidup di Bali Utara: eks Pelabuhan Buleleng — gratis, buka setiap hari, dan paling semarak menjelang matahari terbenam.

Bekas pintu masuk Pulau Bali

Sebelum Benoa mengambil alih, dermaga inilah gerbang utama Bali. Kapal dagang dan kapal pesiar era kolonial Belanda bersandar di sini, dan Singaraja pernah menjadi ibu kota Sunda Kecil sampai statusnya pindah ke selatan pada 1950. Penanda kawasan kini adalah Monumen Yudha Mandala Tama, patung pejuang bertelanjang dada memegang bendera Merah Putih dengan tangan menunjuk ke laut, dibangun 1987 untuk mengenang perlawanan rakyat Buleleng; Museum Soenda Ketjil ada di dekatnya.

Sore terbaik di tepi dermaga

  • Jam terbaik: 16.30–19.00; kawasan terbuka dari pagi hingga sekitar pukul 22.00.
  • Aktivitas: jalan santai menyusuri dermaga, memancing bersama warga, duduk di plaza, menonton perahu nelayan pulang.
  • Kuliner: pedagang kaki lima bermunculan menjelang senja — jagung bakar, bakso, sate, gorengan, es kelapa muda; umumnya Rp10.000–30.000 per porsi.
  • Catatan terkini: dermaga apungnya ditutup sementara sejak Januari 2026 akibat rusak diterjang gelombang, dan kawasan sedang masuk program penataan heritage Pemkab Buleleng. Area monumen dan tepi laut tetap terbuka — cek kondisi sebelum berangkat.

Padukan dengan Klenteng Ling Gwan Kiong

Beberapa menit berjalan kaki dari monumen berdiri Klenteng Ling Gwan Kiong, tempat ibadah Tri Dharma tertua di Singaraja sejak 1873 — jejak panjang pedagang Tionghoa di pelabuhan ini. Lanjutkan ke gang-gang Kampung Bugis, permukiman tua komunitas Bugis-Muslim. Sisihkan 1,5–2 jam untuk kombinasi ini.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Kampung Bugis, Singaraja — Lihat di Google Maps. Sekitar 10 menit dari pusat Singaraja, 15–20 menit dari Lovina, 3 jam dari Denpasar via Bedugul.
  • Cara berkunjung: datang langsung, tanpa tiket dan tanpa reservasi; parkir di area pelabuhan sekitar Rp2.000–5.000.
  • Jam terbaik & biaya: 16.30–19.00; masuk gratis, siapkan uang tunai kecil untuk jajanan.
  • Instagram: cari di Instagram untuk foto terkini kawasan.

Menginap semalam di Lovina atau Singaraja membuat sore di pelabuhan terasa jauh lebih santai, dan voucher hotel AccessiaPass bikin rencananya lebih ringan.

Pelabuhan Buleleng: Sunset & Sejarah di Pelabuhan Tua Singaraja Pelabuhan Buleleng: Sunset & Sejarah di Pelabuhan Tua Singaraja Pelabuhan Buleleng: Sunset & Sejarah di Pelabuhan Tua Singaraja

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.