Pura Taman Pecampuhan di Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, adalah tempat melukat di dasar lembah, sekitar 4,5 km di barat Kota Bangli dan kira-kira 40 km dari Denpasar. Airnya datang dari sembilan pancoran dan dua air terjun kecil di titik pertemuan dua sungai, yang oleh warga disebut Grojogan Pesiraman Dedari dan Grojogan Pesiraman Tan Hana.
Apa yang kamu lakukan di sini
Urutan yang dijelaskan Budaya Bali (2023): sembahyang di pelinggih depan, mandi di campuhan, lanjut ke dua grojogan, lalu ke tujuh pancoran (bunyikan genta tiga kali sebelum masuk), dan ditutup sembahyang di pura. Pengunjung yang pertama kali datang diharapkan membawa banten pejati, plus canang sari untuk tiap titik. Di jalan turun ada kepala naga yang dipahat di tebing kapur, ekornya mengarah ke kolam.
Penilaian
Kelebihannya jelas: jauh lebih sepi daripada Tirta Empul, dan suasananya masih milik warga. Kekurangannya juga nyata. Jalurnya menuruni sisi lembah, licin setelah hujan, dan berat untuk lansia atau pengguna kursi roda. Info publiknya tipis: kajian pengabdian STIAMI (2024) mencatat belum ada retribusi, pengelola kekurangan tenaga, dan promosi media sosial lemah. Sumber terbaru yang kami temukan berasal dari 2023-2024, jadi kondisi 2026 belum terkonfirmasi.
Sebelum berangkat
- Lokasi: Banjar Sala, Abuan, Susut, Bangli. Lihat di Google Maps
- Biaya: per 2024 belum ada tiket. Siapkan dana punia dan banten, yang bisa dibeli di pasar Bangli.
- Hari ramai: Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, dan Banyu Pinaruh. Datang di luar hari itu kalau ingin sepi.
- Bawa: kamen, selendang, baju ganti, dan kantong untuk pakaian basah.
- Instagram: cari di Instagram
Perempuan yang sedang haid sebaiknya membaca dulu aturan haid di pura. Kalau masih ingin satu tempat lagi, Pura Tirta Sudamala hanya sekitar 7,5 km dari sini.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!