Bolehkah Perempuan Haid Masuk Pura di Bali?

Tidak. Perempuan yang sedang haid tidak masuk ke area dalam pura di Bali, dan ini berlaku sama untuk umat Hindu Bali maupun wisatawan. Sejak 24 Maret 2025, larangan ini juga tertulis dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2025 tentang tatanan baru bagi wisatawan asing.

Apa itu cuntaka atau sebel?

Cuntaka, dalam bahasa sehari-hari sebel, adalah keadaan tidak suci secara ritual menurut agama Hindu. Himpunan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir terhadap Aspek-aspek Agama Hindu yang menjadi rujukan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mendaftar penyebabnya, antara lain kematian keluarga, haid, melahirkan, dan keguguran. Menurut penjelasan Kemenag Kabupaten Badung, orang yang sedang cuntaka tidak memasuki tempat suci atau mengerjakan hal yang dianggap suci sebelum keadaannya pulih atau sebelum upacara penyucian (prayascita) dilakukan.

Ini bukan penilaian bahwa perempuan kotor sebagai pribadi. Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, dikutip NusaBali, menyebut haid sebagai kacuntakan karena diri sendiri, satu dari beberapa jenis cuntaka yang juga bisa dialami laki-laki. Yang dijaga adalah kesucian ruang pura.

Berapa lama, dan kapan boleh masuk lagi?

Untuk haid, berlaku selama masa haid itu, umumnya 3-7 hari, lalu diakhiri dengan mandi keramas atau melukat, menurut Ketua PHDI Bangli I Nyoman Sukra kepada NusaBali. Kebiasaan bisa berbeda antardesa (desa kala patra), jadi pura tertentu mungkin punya ketentuan tambahan.

Apakah aturan ini tertulis di pura?

Di beberapa pura, ya. Situs resmi Pura Agung Besakih menulis bahwa pengunjung yang sedang menstruasi tidak diizinkan masuk ke area dalam pura. Daftar aturan Pura Tirta Empul yang dimuat Kompas juga melarang masuk bagi perempuan yang sedang haid atau nifas. Untuk wisatawan asing, SE Gubernur 7/2025 melarang masuk utama mandala dan madya mandala pura kecuali untuk bersembahyang dengan busana adat Bali dan tidak sedang haid. Kewajiban dan larangan lain dalam SE itu dirangkum di artikel aturan untuk turis di Bali 2026.

Apakah ada yang memeriksa?

Tidak ada pemeriksaan. Petugas tidak akan bertanya atau memeriksa, dan memang tidak pantas melakukannya. Penegakannya bersandar pada kejujuran Anda sendiri. Bagi warga Bali, pelanggaran dapat dianggap menodai kesucian pura sehingga perlu upacara penyucian, jadi menahan diri adalah bentuk hormat yang paling sederhana. SE 7/2025 memang menyebut sanksi bagi wisatawan asing yang melanggar, tetapi dalam praktik kuncinya kesadaran pengunjung.

Bagaimana dengan luka berdarah atau sedang berduka?

Konsep yang sama berlaku lebih luas. Orang yang keluarganya baru meninggal, perempuan yang baru melahirkan atau keguguran juga dianggap cuntaka. Disbudpar Buleleng menyebut luka sebagai salah satu penyebabnya. Jadi bila Anda punya luka terbuka yang masih berdarah, misalnya lecet karena jatuh dari motor, sebaiknya tidak masuk area dalam pura sampai lukanya tertutup. Laki-laki tidak dikecualikan.

Lalu apa yang tetap bisa dilakukan?

  • Melihat dan memotret pura dari luar gerbang. SE 7/2025 hanya menyebut utama mandala dan madya mandala, sehingga halaman paling luar (nista mandala atau jaba sisi) umumnya masih bisa didatangi, kecuali petugas setempat meminta lain.
  • Mengatur ulang jadwal: kunjungi pura di hari lain, isi hari itu dengan sawah, museum, atau pantai.
  • Bila memakai pemandu, beri tahu singkat saja; pemandu Bali terbiasa dan bisa menyesuaikan rute.
  • Bagi umat Hindu, sembahyang dalam hati (niwerti marga, misalnya manasa japa) tetap bisa dilakukan, seperti dijelaskan Disbudpar Buleleng.

Bolehkah melukat saat haid?

Tidak. Melukat adalah ritual penyucian di mata air atau pancoran suci yang hampir selalu berada di dalam atau di samping pura, jadi aturan cuntaka berlaku penuh, termasuk di kolam pancuran Tirta Empul. Tunggu sampai haid selesai dan Anda sudah keramas. Lokasi dan tata caranya ada di panduan melukat di Bali, sedangkan soal kain, selendang, dan sikap di dalam pura ada di etika berkunjung ke pura.

Satu saran sebelum memesan tur

Bila liburan Anda bertepatan dengan haid dan tur sudah memuat Besakih, Tirta Empul, atau sesi melukat, minta operator menukar urutan harinya sejak awal, jangan menunggu hari keberangkatan. Kalau ragu di lokasi, tanyakan pemangku atau petugas di pintu masuk; jawaban mereka yang berlaku untuk pura itu.

Semua aturan Bali di satu halaman 87 panduan aturan & larangan untuk turis, dikelompokkan per topik. Lihat daftar lengkap
Bolehkah Perempuan Haid Masuk Pura di Bali? Bolehkah Perempuan Haid Masuk Pura di Bali? Bolehkah Perempuan Haid Masuk Pura di Bali?

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.