Pura Labuhan Aji ada di Dusun Labuhan Aji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, sekitar 15 km di barat Singaraja dan hanya beberapa kilometer dari keramaian Kalibukbuk, Lovina. Yang membuatnya beda dari pura pesisir lain di Buleleng: di dalam pura Hindu ini ada arca Dwi Kwan Im dan lampion bercorak Buddha, dan di dusun yang sama ada makam keramat seorang wali penyebar Islam keturunan Tionghoa.
Apa yang bisa dilihat
Menurut pemangku yang diwawancarai Puputan.com, areal pura memiliki tiga belas pelinggih, dengan tiga pelinggih utama di bagian tengah sebagai stana Ida Bhatara Sakti Mentang Yudha Tulak Sanjata. Tradisi setempat mengaitkan pura ini dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha (Dang Hyang Dwijendra) di pesisir Bali Utara.
Unsur Buddhanya bukan tempelan baru. Penelitian Komang Heriyanti dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja (Jurnal Penelitian Agama Hindu, Agustus 2025) mencatat lampion dan arca Dwi Kwan Im di pura ini, serta umat Buddha yang ikut ngayah dan menghaturkan banten saat piodalan dengan pakaian adat Bali.
Di dusun yang sama ada Makam Keramat Karang Rupit, tempat dimakamkannya Syekh Abdul Qadir Muhammad atau The Kwan Lie, salah satu Wali Pitu di Bali. Makam ini bersebelahan dengan Pura Segara dan setra Desa Temukus, buka 24 jam, dan dirawat juru kunci dengan dana dari kotak sumbangan peziarah (Koran Buleleng, Desember 2023).
Kapan ramai, kapan sepi
- Piodalan Pura Labuhan Aji jatuh setahun sekali pada Purnama Kapat, bersamaan dengan piodalan Pura Pulaki. Pemedek datang dari berbagai kecamatan di Buleleng.
- Menjelang Pagerwesi, Galungan, dan Kuningan, umat biasanya antre untuk sembahyang.
- Pura ini juga tujuan melasti. Oktober 2025, pegawai Kecamatan Banjar ngayah di sini untuk persiapan Nyanggra Ida Betara Ulun Danu Tamblingan, rangkaian upacara besar dengan melasti ke Labuhan Aji.
- Makam Karang Rupit paling ramai pada Rabu Wekasan (Rabu terakhir bulan Safar), menjelang Ramadan, dan mendekati Lebaran. Peziarah datang dari Jawa, Sumatra, hingga Aceh.
Di luar tanggal-tanggal itu suasananya sunyi. Pantai di utara pura berpasir hitam, tenang, dan menghadap matahari terbit serta terbenam.
Kurang cocok untuk siapa
- Pencari pantai untuk berenang dan nongkrong di kafe. Dinas Lingkungan Hidup Buleleng (2020) menyebut Pantai Labuan Aji belum dikembangkan, dan kami tidak menemukan bukti fasilitas wisata yang tertata hingga Oktober 2026.
- Yang ingin tur berpemandu dan papan informasi. Ini tempat ibadah aktif, bukan objek wisata berloket; kami tidak menemukan tarif masuk resmi.
- Perempuan yang sedang haid: tidak boleh masuk pura, dan aturan juru kunci Karang Rupit juga melarang masuk ke dalam makam.
- Yang berangkat dari Bali selatan hanya untuk ini. Bandara Ngurah Rai ke Lovina sekitar 3 jam lewat jalur Bedugul yang berkelok, jadi lebih masuk akal dimampiri saat kamu menginap di Lovina.
Sebelum datang
- Lokasi pura: Lihat di Google Maps. Lokasi makam: Makam Karang Rupit di Google Maps.
- Pakaian: kamen dan selendang untuk masuk pura. Di makam, lepas alas kaki dan jaga sikap saat ada yang berdoa.
- Bawa uang tunai kecil untuk dana punia atau kotak sumbangan.
- Menginap semalam di makam hanya dengan izin juru kunci dan menunjukkan kartu identitas.
- Info dicek Oktober 2026. Tanggal piodalan mengikuti kalender Bali, jadi tanyakan ke warga atau pengurus pura setempat.
Masih di Temukus, ada Air Terjun Sing Sing untuk jalan kaki pendek. Kalau penasaran asal upacara melasti tadi, Danau Tamblingan ada di perbukitan selatan lewat jalur Munduk.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!