Wisatawan mengejar Tanah Lot atau Uluwatu, padahal salah satu pura paling berpengaruh di Bali berdiri di tengah kota: Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya di Jalan Dewata, Kelurahan Sidakarya, Denpasar Selatan. Namanya jarang masuk daftar wisata, tetapi nyaris setiap upacara besar di Bali berkaitan dengan pura ini.
Kisah Brahmana Keling dan gelar “Dalem Sidakarya”
Menurut babad, seorang brahmana dari Keling (Jawa Timur) — kerabat Raja Dalem Waturenggong — datang ke Besakih saat upacara besar, namun ditolak dan dipermalukan. Kutukannya membuat tanaman mati dan wabah menyerang; setelah raja memuliakannya, upacara berjalan sempurna. Ia dianugerahi gelar Dalem Sidakarya — dari sida (berhasil) dan karya (upacara) — dan pura ini berdiri atas titah raja sekitar tahun 1518 Masehi (Saka 1440).
Kenapa pura ini penting bagi upacara di Bali
- Tirta penyida karya: umat yang menggelar karya madya hingga utama nunas tirta di sini agar upacara benar-benar “sida karya” atau sempurna.
- Topeng Sidakarya: tarian topeng sakral yang lazim ditarikan sebagai penutup upacara besar, termasuk rangkaian Tawur Kesanga menjelang Nyepi.
- Kahyangan Jagat: kompleksnya memuat pelinggih yang merepresentasikan Sad Kahyangan, ditambah pelinggih Ida Batara Dalem Sidakarya.
Yang bisa dilihat pengunjung
Suasananya teduh dan tenang — cukup 30–45 menit untuk berkeliling. Piodalan (pujawali) jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Landep atau Tumpek Landep; berikutnya Sabtu, 14 November 2026, lalu tiap 210 hari. Saat piodalan dipentaskan Tari Telek bersama Barong dan Rangda, dan pura dipenuhi umat dari berbagai kabupaten.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Jalan Dewata No. 16, Kelurahan Sidakarya, Denpasar Selatan — Lihat di Google Maps
- Jam & tiket: pelataran luar umumnya bisa dikunjungi pada siang hari, tanpa loket dan tanpa tiket masuk — sediakan dana punia (donasi sukarela). Masuk ke jeroan seizin pemangku, dan hindari saat upacara tertutup.
- Pakaian adat: kamen/kain dan selendang (senteng) di pinggang plus atasan tertutup; bawa sendiri karena ini pura umat, bukan objek wisata dengan penyewaan. Perempuan yang sedang datang bulan tidak masuk areal pura.
- Etika memotret: minta izin dulu, tanpa flash, tidak naik ke pelinggih, tidak memotret dari posisi lebih tinggi daripada pemangku, dan tidak menghalangi umat bersembahyang.
- Akses: sekitar 10–15 menit berkendara dari Sanur maupun Renon, dan sekitar 20 menit dari Bandara Ngurah Rai di luar jam padat; parkir di depan pura.
- Info & jadwal upacara: cari di Instagram atau tanyakan ke pemangku dan prajuru desa adat setempat.
Karena letaknya persis di antara Sanur dan pusat kota, pura ini mudah diselipkan pada pagi hari sebelum ke pantai. Menginap di Sanur atau Denpasar lewat voucher hotel AccessiaPass membuat kunjungan singkat seperti ini terasa santai.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!