Kalau kartu Anda tertelan ATM di Bali, langkah pertama adalah memblokirnya lewat aplikasi bank penerbit atau nomor resmi yang tertera di balik kartu dan situs bank Anda, bukan menunggu mesin "mengembalikannya". Panduan OJK yang dikutip BCA meminta laporan paling lambat 1x24 jam; transaksi yang terjadi sebelum kartu diblokir bisa menjadi tanggung jawab pemegang kartu. Untuk kartu luar negeri, peluang mendapatkan kartu itu kembali kecil, jadi fokuslah pada blokir dan uang tunai cadangan.
Lima Menit Pertama
- Jangan langsung pergi, tapi jangan terima bantuan orang asing. Modus yang sering diberitakan: seseorang "membantu" dan meminta Anda mengetik PIN lagi, sementara kartu sudah diganjal atau direkam. Tolak dengan sopan.
- Jangan menelepon nomor yang ditempel di mesin. Stiker call center palsu adalah trik lama. Pakai nomor dari balik kartu cadangan, aplikasi bank, atau situs resmi bank penerbit.
- Blokir kartu sekarang. Hampir semua aplikasi bank punya tombol bekukan/blokir kartu. Kalau tidak ada, telepon nomor darurat internasional bank Anda.
- Catat detailnya: nama bank pemilik ATM, alamat atau nama lokasi, nomor ID mesin (biasanya stiker kecil di badan ATM), jam kejadian, dan nama petugas saat Anda memblokir. BCA dan OJK menyarankan langkah yang sama, plus surat keterangan kehilangan dari polisi bila bank memintanya.
Hubungi Bank Pemilik ATM
Bank yang ATM-nya menelan kartu Anda perlu tahu, terutama bila mesin itu ada di dalam kantor cabang yang sedang buka. Call center resmi bank besar di Indonesia:
- BCA: Halo BCA 1500888 (BCA menegaskan nomor ini tanpa awalan 021 atau +62)
- Mandiri: 14000
- BNI: 1500046
- BRI: 1500017
Tidak ada aturan publik yang seragam soal kartu bank lain yang tertelan. Halaman resmi BCA hanya membahas kartu BCA milik nasabahnya, dan dalam praktik bank di Indonesia umumnya hanya menyerahkan kartu kepada nasabah sendiri setelah verifikasi; kartu pihak lain, termasuk kartu asing, biasanya diamankan lalu dimusnahkan. Tanyakan tetap boleh, bawa paspor, dan kalau ATM-nya di cabang, datanglah ke customer service di hari kerja yang sama. Tapi rencanakan seolah kartu itu hilang.
Mengapa ATM Menelan Kartu
Penyebabnya biasanya salah satu dari ini:
- Terlambat mengambil kartu. Ini penyebab yang disebut BCA: setelah transaksi, mesin menunggu beberapa detik lalu menarik kartu kembali demi keamanan.
- Salah PIN berulang kali. Di banyak bank, tiga kali salah PIN memicu blokir atau penahanan kartu.
- Kartu tidak terbaca. Chip rusak, strip magnetik aus, atau kartu yang hanya punya strip magnetik bisa gagal dibaca dan tertahan.
- Perintah dari bank penerbit atau gangguan mesin. Bank Anda bisa menandai transaksi di luar negeri sebagai mencurigakan, dan listrik padam atau mesin error di tengah transaksi juga bisa membuat kartu tertahan.
Cara Mencegahnya
- Tarik tunai di ATM yang ada di dalam kantor bank atau mal, pada jam kerja (umumnya Senin-Jumat pagi sampai sore), supaya ada petugas yang bisa dimintai tolong.
- Beri tahu bank Anda soal rencana perjalanan ke Indonesia agar transaksi di Bali tidak diblokir otomatis.
- Periksa mesin sebelum memasukkan kartu: slot yang longgar, menonjol, atau keypad yang terasa tebal bisa tanda alat skimming. Polda Bali pernah menangkap dua WNA Turki pelaku skimming ATM pada Juni 2021.
- Tutupi keypad saat mengetik PIN dan ambil kartu segera setelah transaksi.
- Bawa dua kartu dari bank atau jaringan berbeda, dan simpan terpisah. Satu di dompet, satu di brankas hotel.
Butuh Uang Tunai Sekarang?
- Kartu cadangan. Ini alasan utama membawa dua kartu. Kartu kredit juga bisa dipakai di hotel, restoran, dan supermarket besar.
- Money changer resmi. Kalau Anda membawa uang tunai asing, tukarkan di money changer berizin (KUPVA BI). Pastikan lembarannya mulus, karena dolar lama atau terlipat sering ditolak.
- Pembayaran digital. QRIS untuk turis asing bisa membantu di warung dan toko kecil, dengan syarat dan aplikasi tertentu.
- Wise atau layanan serupa. Kalau Anda sudah punya kartu Wise yang terverifikasi sebagai cadangan, kartu itu bisa dipakai tarik tunai di ATM Indonesia. Kartu baru tidak bisa didapat cepat di Bali, jadi ini hanya berguna bila disiapkan sebelum berangkat.
- Western Union. Keluarga di negara asal bisa mengirim uang yang Anda ambil tunai di agen Western Union di Bali dengan menunjukkan paspor. Cek lokasi agen dan biayanya di situs resmi Western Union sebelum datang.
Setelah semuanya beres, minta bank penerbit mengirim kartu pengganti ke alamat rumah, bukan ke hotel, kecuali Anda masih lama di Bali. Untuk kurs, biaya ATM, dan cara menghindari penipuan penukaran uang, baca panduan tukar uang dan bayar di Bali.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!