Bisa. Banyak money changer di Bali menolak, atau memberi kurs lebih rendah untuk, dolar AS yang lecek, terlipat tajam, sobek, bercoretan, berstempel, atau berdesain lama, walaupun uang itu tetap sah di Amerika Serikat. Situs resmi pemerintah AS, uscurrency.gov, menyatakan semua desain uang dolar tetap berlaku sebagai alat pembayaran sah kapan pun diterbitkan. Masalahnya, money changer di Bali bebas memilih uang yang mau mereka beli.
Kenapa uang yang sah bisa ditolak?
Money changer menjual kembali dolar yang mereka beli ke bank atau pedagang valas yang lebih besar. Lembar yang cacat atau berdesain lama lebih sulit dijual dan lebih lama diperiksa keasliannya, jadi risikonya dibebankan ke Anda: ditolak, atau dihargai lebih murah.
Seri berapa yang biasanya bermasalah?
Tidak ada batas tahun resmi; tiap gerai punya kebijakan sendiri. Yang paling sering dipersoalkan adalah USD100. Desain baru dengan pita biru 3D di tengah beredar sejak Oktober 2013 (seri 2009A dan sesudahnya). Lembar USD100 desain lama, termasuk seri 1996 sampai 2006 yang wajahnya besar, sering ditawar lebih rendah atau ditolak, dan panduan wisata lokal juga menyebut seri lama tertentu kerap tidak diterima. Pecahan USD5 sampai USD50 berganti desain berwarna antara 2003 dan 2008; lembar yang lebih tua dari itu lebih berisiko.
Kenapa USD100 dapat kurs lebih baik dari USD5?
Kurs di papan biasanya untuk pecahan besar. Pecahan kecil (USD1-20) diberi kurs lebih rendah, dan selisihnya bisa terasa bila Anda menukar ratusan dolar dalam lembar kecil. Central Kuta Money Exchange, misalnya, menulis di situsnya bahwa kurs yang tampil bersifat indikatif dan mereka tidak menjual valas pecahan kecil. Tanyakan kurs per pecahan sebelum menyerahkan uang.
Bagaimana mengenali money changer berizin?
Menurut halaman edukasi Bank Indonesia, penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) berizin wajib memasang:
- logo KUPVA berizin yang dikeluarkan Bank Indonesia;
- sertifikat izin usaha dari Bank Indonesia;
- tulisan "Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Berizin" (Authorized Money Changer) di titik yang mudah terlihat.
BI juga menerbitkan daftar nama KUPVA Bukan Bank berizin dan daftar yang izinnya dicabut di bi.go.id. Tanda bahaya versi BI: kurs jauh lebih menggiurkan daripada gerai lain, tertutup soal informasi, dan tidak punya tempat usaha permanen.
Apa yang disiapkan sebelum berangkat?
- Minta lembar USD100 desain baru dalam kondisi mulus saat membeli dolar di bank asal Anda.
- Simpan rata di amplop atau dompet panjang. Jangan dilipat dua, dijepret, atau diikat karet terlalu kencang.
- Periksa satu per satu: tidak ada tulisan pena, stempel bank, sobekan di tepi, atau noda.
- Pisahkan lembar yang cacat; pakai untuk keperluan di negara asal, bukan untuk ditukar di Bali.
- Bila butuh dolar untuk keperluan kecil, bawa beberapa lembar USD20 desain baru, tetapi tukar sebagian besar uang Anda dalam USD100.
- Hindari kios kecil yang hanya memasang papan kurs di pinggir jalan tanpa logo dan sertifikat BI.
- Bawa kartu debit sebagai cadangan bila sebagian uang ditolak. Perbandingan ATM, QRIS, dan money changer ada di panduan tukar uang dan bayar di Bali.
- Bila membawa uang tunai dalam jumlah besar, cek dulu batas uang tunai yang boleh dibawa ke Bali.
Ditolak di satu gerai bukan berarti uang Anda tidak laku di semua tempat. Coba gerai berizin lain atau cabang bank, dan hitung ulang uang rupiah di depan kasir sebelum meninggalkan meja.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!