Di lereng perbukitan Kecamatan Banjar, sekitar 500–650 meter di atas permukaan laut, Desa Sidatapa menyimpan wajah Bali yang jarang muncul di brosur wisata. Ini salah satu desa Bali Aga — komunitas Bali kuno yang bertahan sebelum gelombang pengaruh Majapahit — bersama tetangganya Cempaga, Tigawasa, dan Pedawa. Tidak ada gapura megah atau deretan kafe; yang ada rumah tua, aroma bambu yang baru dibelah, dan warga yang menganyam di teras sepanjang sore.
Rumah Adat yang Masih Berdiri
Ikon arsitektur Sidatapa adalah Bale Gajah Tumpang Salu, rumah tua berkolom kayu dengan dinding tanah dan atap bertingkat yang dianggap sakral oleh warga.
- Beberapa unit disebut berusia ratusan tahun dan masih dipakai untuk hunian maupun upacara.
- Tipe rumah Bali Aga lain, Bandung Rangki dengan dinding gedeg bambu dan lantai tanah, paling ikonik di desa tetangga Pedawa — mudah digabung dalam satu rute sehari.
- Minta izin sebelum memotret interior; sebagian ruang bersifat suci dan tidak untuk umum.
Anyaman Bambu, Denyut Ekonomi Desa
- Sidatapa dikenal sebagai sentra ngulat alias menganyam: sokasi (wadah bertutup untuk sarana upacara), ngiu (tampah), kukusan, sampai lampu hias.
- Tiap banjar punya spesialisasi berbeda, jadi produk yang ditemui tidak seragam.
- Lokakarya singkat bisa diatur lewat kelompok sadar wisata desa; siapkan sekitar Rp 50.000–150.000 per orang sebagai perkiraan, dan belilah langsung dari perajin.
Rute, Waktu Terbaik, dan Persiapan
- Dari Singaraja sekitar 30 km (kurang lebih 45 menit), dari Lovina 30–40 menit, dan dari Bandara Ngurah Rai sekitar 3–3,5 jam lewat jalur Bedugul.
- Jalan sudah beraspal tetapi sempit, menanjak, dan berkelok — mobil kecil atau sepeda motor jauh lebih nyaman daripada bus besar.
- Datanglah pagi sampai sore (sekitar pukul 08.00–16.00) saat perajin bekerja; musim kemarau April–Oktober paling ramah.
- Bawa uang tunai, alas kaki tertutup, dan pakaian sopan bila ingin mendekati area pura.
- Air Terjun Mampeh sekitar 2 km dari pusat desa bisa jadi tambahan singkat.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng — Lihat di Google Maps
- Cara ke sana: mobil sewaan atau sepeda motor dari Lovina maupun Singaraja; jalan menanjak, parkir tersedia di sekitar balai desa.
- Tiket: masuk desa bebas biaya atau donasi sukarela; pemandu lokal dan lokakarya dikenakan biaya terpisah.
- Reservasi: hubungi kantor desa atau kelompok sadar wisata setempat sebelum datang, terutama untuk rombongan atau kunjungan saat upacara adat.
- Sosmed: cari di Instagram
Sidatapa paling nikmat dijelajahi tanpa terburu-buru, jadi menginap semalam di kawasan Lovina atau Banjar sangat masuk akal — bandingkan dulu voucher hotelnya di AccessiaPass sebelum memesan.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!