Air Terjun Kapas Tamblang: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi

Air Terjun Kapas ada di Jalan Gunung Batur, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, dan yang dilihat kebanyakan pengunjung adalah air terjun tunggal yang jatuh lurus dari tebing, dipandang dari dek besi di atas lembah. Liputan lapangan budayabali.com (Juli 2026) menggambarkannya seperti tirai putih atau gumpalan kapas, dari situlah namanya. Sebelum kamu menempuh jalur Kubutambahan-Kintamani untuk ke sini, ada tujuh hal yang sebaiknya kamu tahu.

1. Mobil tidak bisa masuk

Jalan ke tempat parkir sangat kecil dan sempit. Pengunjung wajib memakai motor. Parkirnya di belakang rumah warga, dan di sana ada wantilan luas yang juga dipakai untuk beristirahat. Kalau kamu datang dengan mobil sewaan dan sopir, minta sopir menunggu di jalan utama dan tanyakan ke warga apakah ada ojek ke parkiran.

2. Yang kamu dapat adalah pemandangan dari atas

Dari parkir, kamu menuruni tangga pendek yang ringan. Ujungnya dek pandang berpagar besi biru yang menjorok ke arah tebing. Dari sini air terjun terlihat jatuh vertikal membelah dinding hijau, dengan kolam hijau gelap di dasarnya.

3. Turun ke dasar adalah jalur lain yang berat

Jalur ke kaki air terjun tidak tersambung dengan dek pandang. Aksesnya terpisah, panjang, dan medannya jauh lebih sulit. Karena itu hampir semua kunjungan berhenti di dek. Kalau kamu ingin berenang atau berdiri di bawah air terjun, tempat ini kurang cocok; jangan mencoba turun tanpa pemandu warga.

4. Harga tiket belum tercatat

Sumber yang ada tidak menyebut tiket atau tarif parkir (dicek Oktober 2026). Siapkan uang tunai pecahan kecil untuk parkir atau donasi, dan tanyakan langsung ke warga pemilik lahan parkir.

5. Jangan tertukar dengan Air Terjun Carat

Desa Tamblang juga punya Air Terjun Carat, yang menurut liputan lama ANTARA terdiri dari dua tingkat (sekitar 15 dan 4 meter) dan dicapai lewat jembatan anyaman bambu. Belum ada sumber yang memastikan apakah Kapas dan Carat tempat yang sama atau berbeda. Tanyakan ke warga dan cocokkan dengan deskripsi dek berpagar biru.

6. Waktu tempuh

Desa Tamblang berada di jalur Kubutambahan menuju Kintamani. Sebuah blog perjalanan mencatat sekitar 45 menit dari Singaraja ke desa ini. Dari Lovina tambah kira-kira 20-30 menit, dan dari Ubud lewat Kintamani perkiraan kami sekitar 2,5 jam sekali jalan. Jalur Kintamani sering berkabut sore hari, jadi rencanakan pulang sebelum gelap.

7. Gabungkan dengan tempat lain di Kubutambahan

Satu air terjun yang hanya dilihat dari dek terasa singkat untuk perjalanan sejauh itu. Gabungkan dengan Pura Pucak Bukit Sinunggal di Tajun, relief pesepeda di Pura Meduwe Karang, lalu berendam di Air Sanih di pesisir.

Lokasi dan kontak

  • Lokasi: Jl. Gunung Batur, Desa Tamblang, Kubutambahan, Buleleng. Lihat di Google Maps
  • Tiket: tidak ada tarif yang dipublikasikan; siapkan uang parkir atau donasi.
  • Akses: motor saja, tangga pendek ke dek pandang.
  • Foto terbaru: cari di Instagram

Datanglah pagi saat langit utara biasanya masih cerah. Lembahnya dalam, dan kabut siang bisa menutupi garis air terjun dari dek.

Air Terjun Kapas Tamblang: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi Air Terjun Kapas Tamblang: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi Air Terjun Kapas Tamblang: 7 Hal Sebelum Kamu Pergi

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.