Tumpek Wayang jatuh pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bersamaan dengan Kajeng Kliwon Uwudan (kalender Bali dan jadwal rahinan IDN Times Bali, dicek Oktober 2026). Hari ini datang tiap 210 hari; sebelumnya 14 Maret 2026. Bagi umat Hindu Bali, inilah hari untuk wayang dan dalang, sekaligus hari ruwatan bagi anak yang lahir pada wuku Wayang.
Apa yang terlihat
Dalang menghaturkan banten di atas kotak wayangnya, karena wayang diperlakukan seperti benda yang hidup. Di banyak rumah, banjar, dan pura digelar wayang sapuh leger, pertunjukan wayang kulit yang menjadi inti ruwatan. Menurut lontar Kala Tattwa, anak yang lahir pada wuku Wayang dianggap rentan diganggu Bhatara Kala, sehingga perlu dibersihkan lewat upacara ini.
Yang berubah: makin banyak upacara massal
Sapuh leger perorangan mahal dan butuh banyak tenaga, sehingga desa adat dan PHDI kini sering menggelarnya bersama. Pada Tumpek Wayang Agustus 2025, PHDI Klungkung menggelar bayuh sapuh leger, mepandes, dan upacara tiga bulanan secara massal dan gratis di Balai Budaya Dewa Agung Istri Kanya, diikuti ratusan umat (Kabar Bali Satu). Jadwal massal 2026 diumumkan per desa, biasanya lewat media lokal beberapa hari sebelumnya.
Dampaknya bagi wisatawan
- Bukan libur nasional. Toko, restoran, dan objek wisata tetap buka.
- Sapuh leger adalah upacara keluarga. Tonton hanya bila diundang atau bila acara digelar terbuka di balai banjar, dan jangan memotret anak yang sedang diruwat tanpa izin orang tuanya.
- Karena bertepatan dengan Kajeng Kliwon, banyak warga sembahyang menjelang sore; jalan desa kadang ditutup sebentar untuk iring-iringan.
- Hari yang sama, Klungkung Heritage Festival dibuka di Semarapura, kota yang dekat dengan desa lukis wayang Kamasan.
Aturan pakaian dan posisi duduk saat menonton upacara dibahas di panduan menyaksikan upacara adat. Bila ingin melihat wayang kulit tanpa mengganggu ritual, tanyakan ke penginapan apakah ada pertunjukan terbuka di pura atau balai banjar sekitar malam itu.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!