Siat Yeh Jimbaran: Perang Air Sehari Setelah Nyepi yang Hanya Ada di Bali

Sehari setelah seluruh Bali mematikan lampu untuk Nyepi, satu banjar di Jimbaran justru membuka tahun dengan air bersiram-siraman. Namanya Siat Yeh — harfiah “perang air” — dan inilah satu-satunya tradisi perang air yang rutin digelar di Bali. Pelakunya warga Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dan acaranya bukan lomba basah-basahan melainkan ritual penyucian (melukat) untuk membuka Tahun Baru Saka.

Dua Sumber Air yang Dipertemukan

Pagi-pagi warga berangkat ke dua arah berlawanan untuk mengambil air. Rombongan timur menuju kawasan Pura Dalem Gaing Mas di sisi rawa Suwung, rombongan barat menuju Pantai Segara Jimbaran. Air dibawa pulang dalam kendi tanah liat — dua kelompok memakai kendi berbeda warna — diiringi gamelan baleganjur, lalu dipertemukan di catus pata, perempatan Banjar Teba. Pertemuan dua air itulah inti ritualnya: simbol menyatunya dua kutub yang berlawanan sekaligus sarana melukat bagi warga.

Kapan Digelar dan Siapa Pesertanya

  • Waktu: Ngembak Geni, sehari setelah Nyepi (sekitar Maret). Edisi 2026 digelar Jumat, 20 Maret, pukul 09.00–11.00 WITA.
  • Edisi berikutnya: Nyepi Saka 1949 diperkirakan jatuh 9 Maret 2027 menurut kalender libur nasional, jadi Siat Yeh kemungkinan digelar Rabu, 10 Maret 2027 — pastikan lagi ke desa adat menjelang hari-H.
  • Peserta: didominasi pemuda-pemudi Banjar Teba yang dibagi dua kelompok, saling menyiram dengan cetok atau batok kelapa; sebelum perang air ada tarian penyambutan Rejang Sari.
  • Riwayat: vakum sekitar 35 tahun lalu dibangkitkan kembali pada 8 Maret 2019, dan sejak 2020 tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Di Mana Berdiri Menonton dan Etika Wisatawan

Siat Yeh berlangsung di ruang kampung, bukan di panggung wisata, jadi posisikan diri sebagai tamu. Titik menonton paling nyaman ada di sekitar catus pata Banjar Teba; kalau ingin melihat prosesi utuh, ikuti pengambilan air dari Pantai Segara Jimbaran sejak sekitar pukul 08.00.

  • Berpakaian sopan; kamen atau sarung dianjurkan bila Anda ikut bagian persembahyangan.
  • Jangan berdiri di jalur pembawa kendi — air itu sudah disucikan, bukan properti hiburan.
  • Minta izin sebelum memotret dari jarak dekat, dan jangan pernah memulai siraman lebih dulu; ikut basah hanya bila diajak warga.
  • Bungkus ponsel dan kamera. Ngembak Geni juga hari pertama kendaraan boleh jalan lagi, jadi berangkatlah pagi selagi jalanan masih lengang.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan, Badung — Lihat di Google Maps (titik prosesi sisi barat).
  • Jam & biaya: sekitar pukul 08.00 (pengambilan air) hingga 11.00 WITA; gratis, tanpa tiket masuk. Siapkan sekitar Rp5–10 ribu untuk parkir.
  • Reservasi: tidak perlu memesan — datang langsung ke area penonton. Untuk memastikan jam dan jalur prosesi tahun berjalan, tanyakan ke pengurus Desa Adat Jimbaran atau resepsionis hotel Anda sehari sebelumnya.
  • Sosmed: cari di Instagram

Karena Ngembak Geni jatuh persis setelah Nyepi — saat bandara tutup dan seluruh pulau berhenti — menginap di Jimbaran sejak sehari sebelumnya adalah satu-satunya cara menonton Siat Yeh tanpa terburu-buru; bandingkan tarif dan amankan voucher menginap Anda di AccessiaPass jauh sebelum Maret.

Siat Yeh Jimbaran: Perang Air Sehari Setelah Nyepi yang Hanya Ada di Bali Siat Yeh Jimbaran: Perang Air Sehari Setelah Nyepi yang Hanya Ada di Bali Siat Yeh Jimbaran: Perang Air Sehari Setelah Nyepi yang Hanya Ada di Bali

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.