Malam sebelum Nyepi hampir seluruh Bali sibuk mengarak ogoh-ogoh. Di Banjar Nagi, Desa Petulu, Ubud, warga justru menumpuk sabut dan batok kelapa, membakarnya sampai membara, lalu saling melempar bara. Ritual ini disebut Siat Geni atau Mesabatan Api, digelar sekali setahun.
Apa yang terjadi di jaba banjar
- Pelakunya warga sendiri — pemuda Sekaa Teruna Teruni (STT) Mekarjaya. Kompas mencatat sekitar 175 peserta bertelanjang dada, hanya berudeng, berkamen, dan bersaput poleng.
- Bahan bakarnya kelapa. Sabut dan batok ditata melingkar lalu dibakar. Peserta duduk mengelilinginya sambil menyanyikan gegenjekan sampai api matang.
- Aba-aba dari Jro Bendesa. Begitu isyarat turun, bara ditendang dan dilempar antarpeserta diiringi baleganjur bertempo kencang. Sebagian sumber menyebut tiga babak.
- Maknanya peleburan. Api melebur sifat Bhuta Kala dalam diri sekaligus menolak bala sebelum desa memasuki catur brata penyepian. Tak ada yang menang; kulit melepuh dianggap biasa.
Kapan digelar dan catatan soal tanggal
Berbeda dengan Siat Yeh Jimbaran yang jatuh sehari setelah Nyepi, Siat Geni Nagi digelar pada malam Pengerupukan, yaitu sehari sebelum Nyepi, mulai sekitar pukul 18.30 ketika senja berganti malam. Edisi paling jelas terdokumentasi: Pengerupukan Minggu, 10 Maret 2024. Kalender Bali menempatkan Nyepi 2027 pada Senin, 8 Maret 2027 sehingga Pengerupukan jatuh Minggu, 7 Maret 2027 — namun sumber lain menulis Nyepi 9 Maret. Jadwal final ditetapkan desa adat, jadi konfirmasi beberapa hari sebelumnya.
Etika dan keamanan penonton
- Ini ritual, bukan pertunjukan berbayar. Datanglah lewat pemandu lokal atau izin prajuru banjar, lalu berdiri di luar lingkaran api mengikuti arahan pecalang.
- Kenakan kamen dan selendang; hindari bahan sintetis yang mudah tersulut dan sandal terbuka.
- Memotret boleh dari jarak aman, tetapi jangan menyorot flash ke wajah peserta, jangan masuk arena, dan berhenti saat persembahyangan.
- Datang lebih awal: gang menuju Nagi sempit dan sering ditutup untuk arak-arakan ogoh-ogoh. Keesokan harinya seluruh Bali berhenti total.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Banjar Nagi, Desa Petulu, Ubud, Gianyar — sekitar 2,5 km atau 10–15 menit dari Puri Saren Ubud lewat Jalan Raya Andong. Lihat di Google Maps
- Cara menyaksikan: tidak ada loket. Minta bantuan pemandu atau prajuru banjar; desa adat pernah menyiapkan paket wisata menonton Mesabatan Api, tarifnya tidak dipublikasikan.
- Jam & biaya: mulai sekitar senja (±18.30), berlangsung 30–60 menit. Gratis; dana punia sukarela.
- Info terkini: cari di Instagram
Menginap dekat Ubud untuk malam Pengerupukan? Cek voucher hotel AccessiaPass agar Anda cukup berjalan kaki ke lokasi.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!