Sebelum ke Pura Durga Kutri Blahbatuh: Tangga, Kain, dan Donasi

Pura Bukit Dharma Durga Kutri di Desa Buruan, Blahbatuh, tidak memakai loket tiket. Pengunjung cukup memberi dana punia sukarela dan wajib memakai kamen serta selendang. Letaknya di tepi Jalan Raya Buruan, sekitar 25-35 menit berkendara dari pusat Ubud atau Sanur. Yang dicari orang ada di puncak bukit kecil di dalam halaman pura: arca Durga Mahisasuramardini bertangan delapan, yang menurut kajian sejarah berasal dari kurun abad ke-10 sampai ke-13.

Hal yang sering terlewat sebelum datang

  • Bawa kain sendiri. Ulasan pengunjung menyebut kain bisa dipinjam atau disewa di pintu masuk, tetapi stoknya terbatas ketika rombongan datang. Kamen dan selendang milik sendiri lebih praktis.
  • Siapkan uang tunai pecahan kecil. Tidak ada tarif resmi. Besarnya dana punia terserah kamu, dan kotaknya biasanya ada di dekat pintu masuk.
  • Tangganya panjang. Arca utama berada di puncak bukit di dalam utama mandala dan dicapai lewat anak tangga batu. Ulasan Google sering menyebut tanjakan ini melelahkan. Pura ini kurang cocok untuk pengguna kursi roda, lansia dengan masalah lutut, atau orang tua yang harus menggendong balita.
  • Pakai alas kaki yang menapak. Batu tangga dan halaman bisa licin berlumut pada musim hujan, kira-kira November sampai Maret.
  • Ini pura aktif. Statusnya Kahyangan Jagat, jadi umat yang sedang sembahyang didahulukan. Perempuan yang sedang haid tidak masuk area pura, sesuai aturan umum di Bali. Jangan memanjat pelinggih atau berdiri lebih tinggi dari arca demi foto.
  • Fasilitas wisatanya minim. Tidak ada kafe atau deretan kios suvenir seperti di pura besar. Bawa air minum sendiri.

Yang dilihat di dalam

Halaman pura disusun bertingkat dari nista mandala, madya mandala, lalu utama mandala. Di tengah utama mandala ada bukit kecil berpohon, dan di puncaknya arca Durga yang menginjak kerbau (mahisa). Warga dan peneliti mengaitkan arca ini dengan Gunapriya Dharmapatni atau Mahendradatta, permaisuri Raja Udayana. Bali Express mencatat pura ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 835 Saka. Di pelinggih lain tersimpan arca-arca kuno lain, termasuk Ganesha.

Pemandangan dari atas berupa pepohonan dan atap rumah Blahbatuh, tidak sedramatis pura di tebing. Datanglah untuk arca dan sejarahnya, bukan untuk panorama.

Kapan datang dan apa yang bisa digabung

Pagi sekitar 08.00-10.00 paling nyaman karena udara belum panas dan halaman biasanya sepi. Kalau tujuanmu hanya melihat-lihat, hindari hari piodalan dan hari suci seperti Purnama karena halaman penuh umat. Pura ini mudah digabung dengan Pura Gaduh di Blahbatuh, tempat arca kepala raksasa Kebo Iwa, yang letaknya hanya beberapa menit berkendara. Sebelum berangkat, baca juga etika berkunjung ke pura di Bali.

Dari Kuta atau Canggu perjalanannya bisa lebih dari satu jam pada pagi hari. Menginap semalam di Ubud memangkasnya jadi sekitar setengah jam, dan voucher hotel Ubud bisa kamu bandingkan di AccessiaPass.

Lokasi, jam, dan biaya

  • Lokasi: Banjar Kutri, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar. Lihat di Google Maps
  • Jam: tidak ada jam buka resmi yang dipublikasikan. Datanglah pada siang hari, kira-kira 08.00-17.00 (dicek Oktober 2026).
  • Biaya: dana punia sukarela; kain bisa dipinjam atau disewa di pintu masuk; parkir di depan pura.
  • Reservasi: tidak perlu, datang langsung.
  • Instagram: cari di Instagram untuk foto terbaru dan kabar upacara.

Satu catatan terakhir: kalau kamu datang saat ada upacara, tunggu di madya mandala dan tanyakan dulu kepada pemangku sebelum naik ke puncak bukit.

Sebelum ke Pura Durga Kutri Blahbatuh: Tangga, Kain, dan Donasi Sebelum ke Pura Durga Kutri Blahbatuh: Tangga, Kain, dan Donasi Sebelum ke Pura Durga Kutri Blahbatuh: Tangga, Kain, dan Donasi

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.