Sangeh Monkey Forest: Hutan Pala Keramat & Pura Bukit Sari di Badung

Jika Anda mengira semua kawasan monyet di Bali sama, Sangeh Monkey Forest akan mengubah pandangan itu. Terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, sekitar 20–30 menit ke utara dari Ubud, tempat ini adalah hutan pala (nutmeg) keramat yang membentang dengan pohon-pohon menjulang tinggi. Berbeda dari Monkey Forest Ubud yang lebih ramai dan modern, Sangeh menawarkan suasana rindang, sejuk, dan lebih hening, dengan akar spiritual yang kuat bagi warga setempat.

Penghuni utamanya adalah monyet abu-abu ekor panjang (long-tailed macaque) yang hidup berkelompok di antara pepohonan. Mereka terbiasa dengan kehadiran manusia, namun tetap liar—jadi kewaspadaan tetap penting. Di tengah hutan, tersembunyi di balik kanopi hijau, berdiri Pura Bukit Sari, pura tua yang menambah aura mistis kawasan ini.

Daya Tarik Utama

Sangeh bukan sekadar tempat melihat monyet. Beberapa hal yang membuatnya istimewa:

  • Hutan pala raksasa. Pohon pala di sini tumbuh sangat tinggi dan langka ditemukan tumbuh alami di Bali, memberi kesan hutan purba.
  • Pura Bukit Sari. Pura di tengah hutan yang teduh, dikelilingi lumut dan pepohonan tua.
  • Pohon Lanang Wadon. Pohon ikonik dengan bentuk batang unik yang dipercaya sarat makna, sering menjadi titik foto pengunjung.
  • Suasana tenang. Jauh lebih sepi dibanding Monkey Forest Ubud, ideal untuk jalan santai dan menikmati udara segar.

Tips Berkunjung dengan Aman

Monyet di sini cerdik dan kerap mengincar barang pengunjung. Beberapa langkah praktis agar kunjungan tetap nyaman:

  • Simpan kacamata, topi, ponsel, dan makanan di dalam tas tertutup rapat.
  • Hindari kontak mata langsung yang lama dan jangan menggoda monyet.
  • Manfaatkan jasa pemandu lokal yang biasanya tersedia di pintu masuk untuk pengalaman lebih aman dan informatif.
  • Datang lebih pagi untuk udara sejuk dan monyet yang lebih aktif namun belum terlalu agresif.
  • Kenakan alas kaki nyaman karena jalur hutan bisa lembap.

Akses & Waktu Terbaik

Dari pusat Denpasar, perjalanan memakan waktu sekitar 45–60 menit berkendara. Dari Ubud lebih dekat, sekitar 20–30 menit. Jalanan menuju Sangeh cukup mulus dan bisa diakses mobil maupun sepeda motor. Karena transportasi umum sangat terbatas, menyewa kendaraan atau memesan layanan antar-jemput adalah pilihan paling praktis. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat cuaca masih sejuk dan kawasan belum ramai.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi (Google Maps): Lihat di Google Maps
  • Jam buka: umumnya setiap hari sekitar pukul 08.00–18.00 (sebaiknya konfirmasi langsung saat tiba).
  • Tiket masuk: sumber berbeda. IDN Times (13 Agustus 2025) menyebut tiket Sangeh Rp75.000 per orang, sedangkan draf Perda Badung (Bali Post, 30 Juli 2025) mencantumkan retribusi Rp30.000 untuk wisatawan asing dan Rp15.000 untuk WNI. Siapkan Rp30.000-Rp75.000 (wisman) atau sekitar Rp15.000 (WNI), ditambah parkir, dan tanyakan rinciannya di loket (dicek 21 Oktober 2026). Tarif objek lain ada di daftar harga tiket masuk wisata Bali 2026.
  • Akses & parkir: tersedia area parkir di dekat pintu masuk; jalur dalam hutan ditempuh dengan berjalan kaki. Pemandu lokal tersedia di lokasi.
  • Instagram: cari di Instagram

Pesan voucher staycation hemat di AccessiaPass untuk menginap dekat kawasan Badung dan menjelajah Sangeh dengan lebih leluasa.

Sangeh Monkey Forest: Hutan Pala Keramat & Pura Bukit Sari di Badung Sangeh Monkey Forest: Hutan Pala Keramat & Pura Bukit Sari di Badung Sangeh Monkey Forest: Hutan Pala Keramat & Pura Bukit Sari di Badung

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.