Di dataran tinggi Kintamani, tepatnya di Desa Kalanganyar, berdiri Pura Ulun Danu Batur — salah satu pura paling penting di Bali, kedua setelah Pura Besakih. Pura ini dipersembahkan untuk Dewi Danu, dewi penguasa air, danau, dan kesuburan yang mengairi sawah di seluruh pulau. Dengan latar Gunung Batur dan udara sejuk pegunungan, tempat ini terasa khidmat sekaligus memukau.
Sejarah dan Makna
Pura ini semula berada di tepi Danau Batur di dalam kaldera. Setelah letusan Gunung Batur pada 1926, kompleks utama dipindahkan ke tepi kaldera yang lebih tinggi dan aman. Bagi masyarakat Bali, Dewi Danu menjaga keseimbangan sistem pengairan tradisional subak, sehingga pura ini menjadi pusat spiritual bagi para petani.
Apa yang Bisa Dilihat
- Meru bertingkat menjulang, termasuk meru sebelas atap untuk Dewi Danu.
- Gerbang candi bentar dan ukiran batu khas Bali.
- Pemandangan Gunung Batur dan kaldera dari halaman pura.
- Suasana upacara dengan sesajen warna-warni bila datang saat piodalan.
Waktu Terbaik Berkunjung
Datanglah pagi hari saat langit masih cerah, sebelum kabut turun di siang hari. Udara di Kintamani cukup dingin, jadi bawa jaket tipis. Kunjungan biasanya memakan waktu sekitar satu jam, dan bisa digabung dengan wisata Danau Batur atau sarapan di kafe berpemandangan gunung.
Rencanakan menginap sejuk di kawasan Kintamani dan bandingkan harga voucher hotel serta staycation di AccessiaPass sebelum berangkat.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi (Google Maps): Lihat di Google Maps
- Cara berkunjung: Datang langsung, umumnya buka sekitar 08.00–17.00 setiap hari. Kenakan pakaian sopan dan sarung (biasanya bisa dipinjam di area masuk). Berikan donasi sukarela sekitar Rp30–50rb per orang untuk pemeliharaan pura.
- Instagram/Sosmed: cari di Instagram
- Kisaran biaya: donasi sekitar Rp30–50rb; parkir sekitar Rp5–10rb.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!