Tersembunyi di Desa Bedulu, sekitar lima kilometer dari pusat Ubud, Pura Samuan Tiga adalah salah satu pura tertua dan paling bersejarah di Gianyar. Namanya berarti “pertemuan tiga”, merujuk pada peristiwa penting yang dipercaya menyatukan berbagai aliran keagamaan di Bali. Suasananya tenang dan jauh dari keramaian, menjadikannya permata budaya yang sering terlewat wisatawan.
Sejarah & Makna
Menurut catatan sejarah, pura ini dikaitkan dengan pertemuan besar pada abad ke-10 hingga ke-11 pada masa dinasti Warmadewa. Tokoh seperti Mpu Kuturan dipercaya berperan dalam menyatukan sekte-sekte keagamaan menjadi satu kesatuan yang harmonis, memunculkan konsep pemujaan yang menjadi dasar tradisi Hindu Bali hingga kini.
Yang Bisa Dilihat
Kompleks pura ini luas dengan halaman berundak, gerbang belah (candi bentar), gapura beratap (kori agung), serta pohon beringin tua yang meneduhkan. Saat odalan, pura menjadi panggung ritual dramatis “Perang Sampian”, yaitu perang simbolis menggunakan hiasan janur (sampian) sebagai bentuk penyucian.
- Halaman berundak dan tembok bata merah khas Bali kuno
- Ritual Perang Sampian saat piodalan
- Suasana sakral yang tenang untuk refleksi
Tata Krama & Waktu Kunjungan
Kenakan sarung dan selendang (tersedia di lokasi), jaga sikap sopan, dan hindari area suci saat upacara jika tidak berpakaian adat. Cukup memberi donasi seikhlasnya. Datang pagi atau sore untuk cahaya yang lembut.
Menginap di sekitar Ubud lewat voucher hotel AccessiaPass memudahkan Anda menjelajahi kekayaan budaya Gianyar dengan santai.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi (Google Maps): Lihat di Google Maps
- Tiket/Jam: Buka setiap hari pada jam terang; cukup donasi seikhlasnya dan wajib mengenakan sarung serta selendang.
- Instagram/Info: cari di Instagram
- Etika: Berpakaian sopan, jaga ketenangan, dan hormati jalannya upacara.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!