Di tepi tebing Desa Yeh Embang, Mendoyo, Jembrana, Pura Luhur Rambut Siwi menghadap langsung Samudra Hindia. Pura kahyangan jagat ini menyimpan seikat rambut Dang Hyang Nirartha — asal nama “Rambut Siwi” — dan jarang ramai turis, sehingga terasa tenang, sakral, dan otentik. Terletak di jalur Denpasar–Gilimanuk, tempat ini cocok bagi pencari ketenangan di Bali Barat.
Kenapa Layak Dikunjungi
- Panorama tebing: laut biru membentang di satu sisi, hamparan sawah hijau di sisi lain.
- Sejarah spiritual: jejak perjalanan sang pendeta suci abad ke-16 yang dihormati umat Hindu Bali.
- Pura gua di bawah: menuruni tangga ke pantai berpasir hitam dengan pura kecil di kaki tebing.
- Suasana sepi: ideal untuk refleksi, foto, dan menikmati angin laut jauh dari keramaian Bali selatan.
Tips Sebelum Datang
- Wajib mengenakan sarung dan selendang; tersedia sewa dengan sumbangan sukarela.
- Berpakaian sopan; pengunjung yang sedang menstruasi tidak diperkenankan masuk area utama.
- Perjalanan sekitar 2,5 jam berkendara dari Denpasar; sewa mobil atau motor lebih fleksibel.
- Datang pagi atau menjelang sore untuk cahaya terbaik dan udara yang lebih sejuk.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Masuk: tanpa tiket resmi; siapkan sumbangan sukarela (dana punia) sekitar Rp10–20rb serta biaya sewa sarung.
- Menginap: jelajahi Bali Barat lebih lama dengan menginap di hotel terdekat — pesan voucher menginap di AccessiaPass.
- Sosmed: cari di Instagram
Pura Rambut Siwi adalah pengingat bahwa Bali masih menyimpan sudut-sudut hening yang autentik. Rencanakan perjalanan Anda menyusuri pesisir barat, dan bandingkan harga serta pesan voucher staycation Anda di AccessiaPass agar liburan lebih hemat dan nyaman.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!