Di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, berdiri salah satu pura tertua di Bali: Pura Puseh Batuan, yang diperkirakan didirikan sekitar tahun 1022 Masehi. Pura ini memesona pengunjung dengan seni pahat batu yang begitu detail dan arsitektur Bali klasik yang terjaga.
Keindahan Ukiran & Arsitektur
Begitu masuk, Anda disambut gerbang belah candi bentar dan gerbang beratap kori agung yang dipenuhi ukiran halus. Di dalamnya berdiri menara meru bertingkat dengan atap ijuk hitam, ciri khas pura Bali. Setiap sudut batunya dipahat dengan motif flora, tokoh mitologi, dan ornamen tradisional.
- Candi bentar & kori agung: gerbang berukir ikonik untuk foto.
- Menara meru: atap ijuk bertingkat yang megah.
- Seni lukis Batuan: desa ini juga pusat gaya lukisan Batuan yang khas.
Etika & Cara Berkunjung
Pura berada tepat di jalan utama Ubud–Denpasar, sehingga sangat mudah dijadikan destinasi sehari. Sebagai tempat ibadah, pengunjung wajib mengenakan kain sarung dan selendang yang biasanya tersedia di pintu masuk dengan donasi.
- Kenakan sarung & selendang; berpakaian sopan.
- Jaga ketenangan, terutama saat ada upacara.
- Padukan kunjungan dengan studio lukis Batuan di sekitarnya.
Jelajahi warisan budaya Gianyar tanpa terburu-buru — amankan penginapan terbaik di sekitar Ubud lewat voucher hotel AccessiaPass agar hari Anda di Batuan terasa lebih santai.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi (Google Maps): Lihat di Google Maps
- Tiket/Akses: donasi masuk sekitar Rp15.000–30.000; wajib memakai sarung & selendang (biasanya disediakan); berada di jalan utama Ubud–Denpasar, parkir tersedia.
- Tips: datang pagi saat sejuk; berpakaian sopan; gabungkan dengan studio lukisan Batuan.
- Instagram/Info: cari di Instagram
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!