Pura Maduwe Karang: Relief ‘Orang Bersepeda’ yang Terlewat di Jalur Lovina

Ribuan wisatawan melintasi Kubutambahan tiap hari tanpa menepi — semua buru-buru mengejar matahari terbenam di Lovina. Padahal sekitar 12–15 kilometer di timur Singaraja, di tepi jalan utama Desa Kubutambahan, berdiri Pura Maduwe Karang: salah satu pura pertanian terbesar sekaligus galeri ukiran batu paling ekspresif di Bali Utara. Kompleks seluas kurang-lebih 6.000 meter persegi ini mulai dibangun pada 1890 oleh warga dari Desa Bulian.

Relief “Orang Bersepeda” dan Jejak Nieuwenkamp

Di dinding luar pelinggih utama ada relief yang membuat pura ini dikenal sampai Eropa: pria Eropa mengayuh sepeda, rodanya diukir menyerupai kelopak bunga. Sosok itu diyakini W.O.J. Nieuwenkamp, pelukis sekaligus etnolog Belanda yang berkeliling Bali dengan sepeda pada 1904. Yang jarang diketahui: relief ini bukan bagian pura yang asli. Ia lahir saat pemugaran setelah pura rusak parah akibat gempa bumi 1917, dipahat para tetua Kubutambahan.

34 Patung Ramayana di Teras Depan

Berhentilah di halaman jaba sebelum melewati candi bentar. Inilah bagian yang paling sering dilewatkan pengunjung tergesa:

  • 34 patung batu tersusun dalam tiga deret di halaman depan
  • Pusat ceritanya: Kumbakarna bertarung melawan pasukan kera Sugriwa dari epos Ramayana
  • Gaya pepatraan Bali Utara — sulur bunga yang rapat dan ekspresi wajah yang teatrikal
  • Tiga zona pura: jaba, jaba tengah, dan jeroan

Pura Subak Abian, Bukan Sekadar Latar Foto

Maduwe Karang kira-kira berarti “yang memiliki tanah”. Ini pura subak abian — pura lahan kering untuk kebun kelapa, kopi, dan buah, bukan sawah beririgasi. Pura masih aktif dipakai warga, jadi kunjungan bisa bersamaan dengan upacara. Datanglah pagi: ukirannya jauh lebih terbaca saat cahaya rendah.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Desa Kubutambahan, Buleleng, Bali Utara — Lihat di Google Maps
  • Jam & tiket: buka tiap hari sekitar 08.00–17.00 WITA; tanpa tiket resmi, hanya donasi sukarela untuk perawatan pura.
  • Cara berkunjung: sekitar 20 menit berkendara dari Singaraja, 40–50 menit dari Lovina; tepat di jalur utama pantai utara, mudah digabung dengan Pura Beji Sangsit dan Pura Dalem Jagaraga.
  • Etika berpakaian: wajib kamen (kain) dan selendang. Kain sewa biasanya tersedia di pintu masuk dengan donasi kecil — siapkan uang pecahan kecil.
  • Sosial media: tidak ada akun resmi yang pasti — cari di Instagram untuk foto terbaru pengunjung.

Kubutambahan paling nikmat disusuri tanpa terburu-buru — bermalam di utara pulau, bukan pulang-pergi dari Ubud. Kalau Anda berencana menginap di Lovina atau Singaraja, cek dulu voucher hotel AccessiaPass untuk kawasan Buleleng.

Pura Maduwe Karang: Relief ‘Orang Bersepeda’ yang Terlewat di Jalur Lovina Pura Maduwe Karang: Relief ‘Orang Bersepeda’ yang Terlewat di Jalur Lovina Pura Maduwe Karang: Relief ‘Orang Bersepeda’ yang Terlewat di Jalur Lovina

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.