Di tengah Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, berdiri sebuah pura kecil yang menyimpan salah satu arca terbesar dan paling ganjil di Bali. Pura Kebo Edan hanya sekitar 5 km dari pusat Ubud, tetapi hampir semua rombongan wisata melewatinya begitu saja menuju Tirta Empul atau Goa Gajah. Padahal di halaman dalamnya berdiri arca setinggi kira-kira 3,6 meter yang dijuluki Giant of Pejeng.
Arca Siwa Bhairawa, sang “Giant of Pejeng”
Arca utamanya menggambarkan Siwa dalam wujud Bhairawa: bertubuh raksasa, berambut keriting, memakai topeng, dan menari di atas sosok manusia. Catatan arkeologis menyebut tingginya sekitar 362 cm — praktis dua kali tinggi orang dewasa.
- Perkiraan usia: abad ke-13 hingga ke-14, masa pengaruh Singhasari di Bali.
- Ular hias melingkar di pergelangan tangan dan kaki, ciri khas ikonografi Bhairawa.
- Detailnya yang blak-blakan kerap dibaca peneliti sebagai jejak aliran Tantrayana.
- Arca ini ditetapkan sebagai benda cagar budaya Kabupaten Gianyar pada 2019.
Bukan cuma satu arca
Nama “Kebo Edan” berasal dari arca kerbau besar bersikap beringas di areal pura. Ada puluhan arca kuno tersebar di halaman — jumlahnya sering disebut sekitar 55 buah — termasuk Ganesha, Nandi, dan arca gajah. Sebagian sudah aus dimakan usia, sebagian masih dibalut kain poleng dan menerima sesajen harian karena pura ini tetap aktif dipakai umat.
Rute, etika, dan waktu terbaik
- Dari Ubud: sekitar 15 menit naik motor lewat Jalan Raya Pejeng, searah dengan Museum Purbakala Gedong Arca.
- Dari Denpasar: kurang lebih 1 jam (sekitar 35 km) lewat Sukawati dan Blahbatuh.
- Wajib sopan: kenakan kain atau sarung dan selendang, tutup bahu serta lutut; kadang ada pinjaman di lokasi, tetapi lebih aman membawa sendiri.
- Durasi ideal: 20–30 menit — cocok digabung dengan Pura Penataran Sasih dan Pura Pusering Jagat yang berjarak 1–2 km saja.
- Datang pagi, sekitar pukul 08.00–10.00, supaya cahaya masih lembut dan halaman benar-benar sepi.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Jam & tiket: umumnya bisa dikunjungi pada jam terang, kira-kira 08.00–17.00; tidak ada tarif resmi, cukup donasi seikhlasnya sekitar Rp10–20rb di kotak dana punia.
- Cara berkunjung: datang langsung dengan motor sewaan atau mobil; guide lokal Ubud bisa menjelaskan ikonografi arca jauh lebih dalam. Hindari masuk saat piodalan atau upacara berlangsung.
- Sosmed: cari di Instagram
Bermalam di Ubud atau Gianyar membuat situs-situs Pejeng bisa dijelajahi santai sejak pagi — bandingkan harga dan pesan voucher menginap Anda di AccessiaPass sebelum berangkat.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!