Pura Gunung Lebah Ubud: Pura Kuno di Pertemuan Dua Sungai yang Sering Dilewatkan

Ribuan wisatawan melintasi jembatan Campuhan tiap hari menuju Campuhan Ridge Walk, hampir semuanya tanpa menoleh ke bawah. Padahal tepat di lembah bawah jembatan itu berdiri Pura Gunung Lebah, salah satu pura tertua di Ubud — sekitar 3 menit dari pusat kota, gratis, dan hampir selalu sepi.

Jejak Rsi Markandeya di Lembah Campuhan

Pura ini dipercaya berdiri sejak abad ke-8, dirintis Rsi Markandeya, pendeta penyebar ajaran Hindu di Bali sekaligus sosok di balik asal-usul nama “Ubud”. Lokasinya bukan kebetulan: pura duduk persis di campuhan, titik pertemuan dua aliran Tukad Wos — bagi umat Hindu Bali, tempat penyucian sekaligus penyeimbang energi.

Akses, Parkir, dan Rute Jalan Kaki

  • Turun lewat jalan setapak berbatu dari Jalan Raya Campuhan, dekat Warung Murni dan Blanco Renaissance Museum.
  • Ada jalur tangga cukup curam, sekitar 300 anak tangga, ke halaman pura.
  • Parkir motor/mobil di sekitar lokasi sekitar Rp5.000–10.000; dari pusat Ubud hanya 1,5 km, enak dijalani kaki.
  • Titik ini juga gerbang awal Campuhan Ridge Walk, jadi keduanya bisa digabung dalam satu pagi.

Aturan Berkunjung yang Wajib Ditaati

  • Kenakan kain/sarung dan selendang; bahu dan lutut tertutup. Sarung biasanya bisa disewa di dekat pintu masuk.
  • Perempuan yang sedang menstruasi secara adat tidak diperkenankan memasuki areal pura.
  • Gerbang utama umumnya tertutup, hanya dibuka saat upacara — masuklah lewat gerbang samping.
  • Halaman dalam (jeroan) untuk umat yang bersembahyang; jangan naik ke pelinggih demi berfoto.
  • Tidak ada loket tiket. Donasi seikhlasnya di kotak dana selalu dihargai.

Datang Pagi untuk Suasana Terbaik

Waktu paling enak pukul 06.30–08.00: kabut masih menggantung di lembah, suara sungai jernih, dan biasanya hanya beberapa warga yang menghaturkan canang. Cukup sediakan 20–30 menit. Kalau bertepatan dengan piodalan yang jatuh tiap 210 hari, pura dipenuhi penjor, gamelan, dan umat berbusana adat.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Lihat di Google Maps
  • Jam & tiket: areal pura terbuka sepanjang hari; gratis, dengan donasi sukarela.
  • Reservasi: tidak perlu — datang langsung. Untuk ikut bersembahyang saat upacara, minta izin dulu ke pemangku setempat.
  • Instagram: cari di Instagram

Rencanakan menginap dekat Ubud dengan voucher hotel AccessiaPass agar pagi Anda cukup berjalan kaki ke Campuhan.

Pura Gunung Lebah Ubud: Pura Kuno di Pertemuan Dua Sungai yang Sering Dilewatkan Pura Gunung Lebah Ubud: Pura Kuno di Pertemuan Dua Sungai yang Sering Dilewatkan Pura Gunung Lebah Ubud: Pura Kuno di Pertemuan Dua Sungai yang Sering Dilewatkan

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.