Di tepi jalur Gianyar–Bangli, sekitar 4 km dari pusat Kota Gianyar, berdiri Pura Dalem Sidan — pura kematian milik Desa Sidan yang menyimpan salah satu relief batu paras paling detail di Bali. Pura ini didirikan sekitar abad ke-17 oleh I Dewa Gede Pindi dari Puri Sidan dan dipugar pada 1948. Yang membuatnya istimewa: dindingnya menggambarkan hukuman neraka secara harfiah, lengkap dengan sosok Sang Suratma, pencatat segala perbuatan manusia.
Apa yang Anda Lihat di Sana
- Candi bentar dan kori agung yang penuh ukiran, dengan arca Dewi Durga menjaga pintu masuk.
- Panel relief hukuman neraka: adegan penyiksaan bagi pendosa yang dipahat sangat rinci pada batu paras.
- Pelinggih Prajapati, penjaga arwah, di area khusus pura dalem.
- Latar sawah dan panggung Barong Sidan di sisi barat pura.
Etika Masuk Pura
- Wajib mengenakan kamen (kain/sarung) dan selendang; bawa sendiri karena persewaan tidak selalu tersedia.
- Jangan masuk saat cuntaka — sedang berduka karena kematian di keluarga, atau sedang menstruasi.
- Jangan naik, duduk, atau bersandar di bangunan suci, dan jangan menyentuh relief maupun arca.
- Jangan berdiri lebih tinggi dari pemedek yang sedang sembahyang; hentikan drone saat ada upacara.
Jam, Donasi, dan Akses
- Kunjungan umum umumnya pagi hingga sore, sekitar pukul 08.00–17.00.
- Tidak ada tiket resmi; siapkan donasi sukarela sekitar Rp10.000–Rp25.000 dan uang kecil.
- Dari Denpasar sekitar 1–1,5 jam, dari Ubud kurang lebih 30 menit. Perlu kendaraan sendiri karena angkutan umum praktis tidak ada.
- Datang pagi: cahaya menyamping mempertegas pahatan dan halaman masih sepi.
Rute Kombinasi Sehari
- Pagi di Pura Dalem Sidan, lanjut ke Pura Kehen di Bangli, sekitar 20–30 menit ke utara.
- Turun kembali ke Bukit Jati di Desa Samplangan, tepi timur Kota Gianyar, untuk trekking ringan atau waterboom bersama anak.
- Tutup hari dengan Air Terjun Kanto Lampo dan makan malam di Pasar Malam Gianyar.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps — Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, ± 4 km dari Kota Gianyar arah Bangli, ± 1–1,5 jam dari Denpasar.
- Jam & tiket: kunjungan umum sekitar 08.00–17.00; tanpa tiket resmi, donasi sukarela ± Rp10.000–Rp25.000. Kamen dan selendang wajib.
- Kunjungan/Reservasi: datang langsung tanpa reservasi. Paling praktis dengan sewa sepeda motor atau mobil plus sopir dari Ubud/Denpasar, atau minta operator tur menyisipkannya di rute Gianyar–Bangli. Untuk menginap, pesan voucher hotel di AccessiaPass.
- Sosial media: cari di Instagram
Menginap di Ubud atau Kota Gianyar membuat pura ini hanya sekitar 30 menit dari kamar Anda — bandingkan harga dan pesan voucher menginap Anda di AccessiaPass.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!