Pura Beji Sangsit adalah permata seni ukir Bali Utara yang berdiri tenang di Desa Sangsit, Buleleng. Dibangun sekitar abad ke-15, pura subak ini didedikasikan untuk Dewi Sri, dewi kesuburan dan padi, sebagai tempat memohon berkah bagi sawah para petani.
Batu Pasir Merah Muda dan Ukiran Barok
Yang membuat pura ini istimewa adalah bahannya: batu padas lunak berwarna merah muda yang mudah dipahat. Hampir seluruh permukaannya dipenuhi ukiran barok khas Bali Utara yang sangat rumit — sulur bunga, naga, dan sosok raksasa penjaga di sekitar gerbang.
Suasana Tenang Dekat Singaraja
Berbeda dari pura ramai di Bali selatan, Beji Sangsit terasa sepi dan damai. Anda bisa mengamati setiap detail ukiran dengan leluasa — cocok bagi pencinta seni, sejarah, dan fotografi.
- Dibuat dari batu padas merah muda yang lunak
- Ukiran barok Bali Utara paling rumit dan padat
- Motif sulur bunga, naga, dan raksasa penjaga
- Pura subak untuk Dewi Sri, dewi padi
- Tenang dan jarang ramai turis
Tips Berkunjung
Pakailah sarung dan selendang yang biasanya tersedia untuk dipinjam di lokasi. Berpakaianlah sopan dan jaga sikap; perempuan yang sedang haid sebaiknya tidak masuk area suci. Cahaya pagi atau sore paling bagus untuk memotret detail ukiran.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Desa Sangsit, Buleleng, sekitar 10 menit berkendara ke timur dari Singaraja di pesisir Bali utara. Lihat di Google Maps
- Cara berkunjung & tiket: Datang langsung dan beri donasi seikhlasnya (kisaran Rp20–50rb) di loket; sarung disediakan untuk dipinjam.
- Jam buka: umumnya sekitar 08.00–17.00 setiap hari.
- Instagram: cari di Instagram
Padukan kunjungan ini dengan liburan pantai di Bali utara — rencanakan menginap dekat Singaraja dan bandingkan voucher hotel di AccessiaPass.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!