Pura Agung Kentel Gumi Klungkung: 7 Hal Sebelum Kamu Datang

Pura Agung Kentel Gumi tidak memungut tiket: kamu cukup mengisi buku tamu dan memberi donasi di pintu masuk, lalu masuk ke kompleks seluas sekitar 50 are di Desa Tusan, Banjarangkan. Letaknya di jalan raya lama Gianyar-Klungkung, sekitar 43 km dari Denpasar dan kira-kira 6,5 km sebelum pusat kota Semarapura. Banyak mobil yang menuju Sidemen atau Kerta Gosa melewatinya begitu saja, padahal kedudukan pura ini termasuk yang paling tinggi di Bali.

Kenapa pura ini penting

Menurut lontar Raja Purana Batur yang dikutip budayabali.com, Kentel Gumi adalah salah satu Tri Guna Pura. Ia berfungsi sebagai Pura Puseh untuk memohon keselamatan jagat, sementara Pura Batur menjadi Pura Desa dan Besakih menjadi Pura Dalem. Pendiriannya dikaitkan dengan Mpu Kuturan pada abad ke-11. Karena sifatnya umum, umat Hindu dari seluruh Bali datang bersembahyang di sini, bukan hanya warga Tusan. Bangunan yang paling mudah dikenali adalah Meru Tumpang Solas, meru beratap sebelas di jeroan.

7 hal yang sering salah atau terlewat

  • Bawa kain dan selendang sendiri. Ini pura warga, bukan objek wisata bertiket, jadi belum tentu ada penyewaan kamen seperti di Lempuyang atau Besakih.
  • Donasi, bukan tiket. Ulasan pengunjung di Wanderlog menyebut buku tamu dan donasi di pintu, dengan patokan sekitar US$2 per orang (kira-kira Rp30rb). Siapkan uang tunai pecahan kecil.
  • Cek kalender upacara. Ngusaba tahunan jatuh pada Purnama Kelima. Tahun 2024 puncaknya 16 November dan diikuti 25 desa adat pengempon (situs Pemkab Klungkung). Menurut kalenderbali.org, Purnama Kelima 2026 jatuh pada 25 Oktober 2026. Hari itu pura penuh umat; wisatawan sebaiknya menonton dari luar area persembahyangan.
  • Prosesi bisa menutup jalan. Pada 7 November 2024, prosesi Mecepuk Ida Bhatara dari Kentel Gumi ke Catus Pata Klungkung membuat arus lalu lintas dialihkan sejak 06.00 WITA (detikBali). Kalau hari itu kamu mau lanjut ke Sidemen atau Amed, sisakan waktu cadangan.
  • Datang pagi atau sore. Halaman batu dan paving terasa panas di tengah hari. Beberapa ulasan menyarankan jam sepi agar suasananya terasa.
  • Perempuan yang sedang haid tidak masuk, sesuai aturan umum pura di Bali. Anak-anak boleh ikut, tapi jeroan bukan tempat bermain.
  • Drone dan foto. Jangan memotret wajah orang yang sedang sembahyang dari dekat, dan minta izin pemangku sebelum menerbangkan drone.

Kurang cocok untuk siapa

Kalau kamu mencari pura berlatar sawah, danau, atau laut untuk foto, Kentel Gumi terasa biasa saja: letaknya di pinggir jalan raya yang dilalui truk dan bus antarkota. Nilainya ada pada sejarah dan skalanya, jadi baca sedikit sebelum datang supaya tidak hanya melihat tembok dan meru.

Lokasi, biaya, dan rute sekalian

  • Lokasi: Jl. Raya Banjarangkan No.4, Tusan, Banjarangkan, Klungkung. Lihat di Google Maps
  • Biaya: donasi sukarela, tanpa tiket resmi (dicek September 2026).
  • Jam: tidak ada jam kunjung resmi; datanglah saat terang, kira-kira 08.00-17.00.
  • Foto terbaru: cari di Instagram
  • Rute setengah hari: Kentel Gumi pagi, lanjut ke Desa Tihingan yang masih satu kecamatan untuk melihat pande gamelan, lalu Kerta Gosa di Semarapura.

Kalau setelah itu kamu ingin bermalam di Sidemen atau Candidasa daripada kembali ke selatan, voucher menginap AccessiaPass di kawasan timur bisa dipakai sebagai basis untuk menyusuri Karangasem keesokan harinya.

Satu saran terakhir: masuklah lewat candi bentar di sisi jalan raya, lalu berjalan pelan sampai ke jeroan. Urutan halamannya yang membuat skala pura ini terasa.

Pura Agung Kentel Gumi Klungkung: 7 Hal Sebelum Kamu Datang Pura Agung Kentel Gumi Klungkung: 7 Hal Sebelum Kamu Datang Pura Agung Kentel Gumi Klungkung: 7 Hal Sebelum Kamu Datang

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.