Pendakian Gunung Lesung Tamblingan: Hutan Lumut Sakral & Pura di Puncak 1.860 Mdpl

Kalau Batur dan Agung terasa terlalu ramai, Gunung Lesung (warga juga menyebutnya Bukit Lesung) menawarkan pendakian dataran tinggi yang jauh lebih sunyi dan mistis. Puncaknya sekitar 1.860–1.865 mdpl, menjulang di sisi selatan Danau Tamblingan, wilayah Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Lerengnya bagian dari Alas Mertajati, hutan sakral yang dijaga Catur Desa Adat Dalem Tamblingan (Munduk, Gobleg, Gesing, Umejero). Daya tariknya bukan panorama terbuka ala Batur, melainkan pohon raksasa berselimut lumut, kawah hijau yang tertutup hutan, dan pura di puncak.

Pilihan Jalur & Durasi

  • Jalur Sribupati: paling populer, dengan area parkir sendiri. Dalam catatan pendakian 24 Agustus 2025, rombongan warga tiba di puncak sekitar 1,5 jam; pendaki rata-rata butuh 2–3 jam untuk naik.
  • Loop dari tepi Danau Tamblingan: sekitar 10 km dengan tanjakan kumulatif ±700 m, total 3,5–5 jam, turun lewat hutan ke Pura Ulun Danu Tamblingan.
  • Via Gesing (sisi selatan): lebih rimbun dan jarang dilalui, untuk pendaki berpengalaman.
  • Tingkat kesulitan menengah: tanjakan curam, akar licin, banyak percabangan, dan pacet saat musim hujan.

Yang Menanti di Puncak

  • Pura Padma Anglayang di Puncak Anglayang, area datar berumput yang dirawat warga lewat ngayah (kerja bakti).
  • Kawah besar berbentuk lesung yang tertutup hutan dan Goa Nagaloka, lubang dalam yang disakralkan—cukup dilihat dari kejauhan.
  • Kilasan Danau Tamblingan dari celah pepohonan; pemandangan puncak sebagian tertutup pohon.

Aturan Adat & Izin

  • Komunitas BRASTI (Baga Raksa Alas Mertajati) memasang papan aturan: jaga sikap dan tutur kata, berpakaian sopan di area suci, dilarang mendirikan tenda dan menyalakan api unggun di areal pura, serta jaga kebersihan.
  • Kawasan ini masuk Taman Wisata Alam Danau Buyan–Danau Tamblingan (BKSDA Bali); rombongan besar atau kegiatan khusus sebaiknya menanyakan Simaksi (izin masuk kawasan konservasi) lebih dulu.

Tips Aman Sebelum Mendaki

  • Waktu terbaik musim kemarau (April–Oktober); mulai pukul 06.00–07.00 sebelum kabut turun.
  • Sewa pemandu lokal—banyak pendaki melaporkan tersesat di percabangan jalur.
  • Pakai sepatu bersol kasar; bawa jaket, jas hujan, air minum, dan camilan.
  • Akhir pekan jalur Sribupati ramai; pilih hari kerja agar lebih hening. Aksesnya sekitar 15–20 menit dari Munduk, 30–40 menit dari Bedugul, atau 2,5–3 jam dari Canggu.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Desa Munduk, Kec. Banjar, Buleleng — Lihat di Google Maps
  • Jam & biaya: tanpa jam resmi, mulailah pagi hari; retribusi kawasan Danau Tamblingan dilaporkan sekitar Rp10 ribu/orang (bisa berubah); pemandu Desa Wisata Munduk mulai sekitar Rp500 ribu, tur swasta sekitar US$100/orang.
  • Reservasi/Pemandu: hubungi Pokdarwis Desa Wisata Munduk lewat portal Jadesta Kemenpar, atau minta penginapan di Munduk mencarikan pemandu.
  • Instagram: cari di Instagram

Bandingkan harga & pesan voucher menginap di Munduk lewat AccessiaPass agar bisa mulai mendaki Gunung Lesung sejak pagi buta.

Pendakian Gunung Lesung Tamblingan: Hutan Lumut Sakral & Pura di Puncak 1.860 Mdpl Pendakian Gunung Lesung Tamblingan: Hutan Lumut Sakral & Pura di Puncak 1.860 Mdpl Pendakian Gunung Lesung Tamblingan: Hutan Lumut Sakral & Pura di Puncak 1.860 Mdpl

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.