Pelabuhan Pengambengan, Jembrana: Kampung Nelayan Selerek di Ujung Barat Bali

Di ujung barat daya Bali, sekitar 10 kilometer dari kota Negara, ada kampung yang bangun jauh sebelum matahari: Pengambengan. Desa di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ini adalah salah satu pusat perikanan terbesar di Bali, rumah bagi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dan armada perahu selerek berwarna mencolok yang berjajar di kolam pelabuhan. Ini bukan pantai wisata dengan kursi berjemur — ini pelabuhan kerja, dan justru di situ daya tariknya.

Armada Selerek dan Denyut Pelabuhan

Selerek adalah perahu kayu khas nelayan Jembrana yang dicat merah, kuning, hijau, dan biru dengan ornamen di haluan. Uniknya, selerek bekerja berpasangan: dua perahu melaut berdampingan, satu membawa jaring, satu lagi menampung hasil tangkapan. Satu pasangan bisa mengangkut puluhan ton ikan dengan awak 35–40 orang.

  • Tangkapan utama: lemuru (sarden Selat Bali), tongkol, dan cakalang.
  • Pelabuhan bermula sebagai pangkalan pendaratan ikan pada 1976/1977, lalu naik status menjadi PPN dan diresmikan 6 Februari 2009.
  • Fasilitasnya mencakup dermaga, break water, kolam pelabuhan, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
  • Di sekitarnya berdiri pabrik pengolahan ikan — sumber aroma khas yang akan langsung kamu kenali.

Pasar Ikan Pagi dan Kampung Bugis-Melayu

Datanglah saat subuh hingga pagi, ketika perahu pulang melaut dan bongkar muat dimulai. Keranjang ikan diangkut ke darat, ditimbang, lalu langsung diserbu pedagang dari berbagai daerah. Jadwalnya mengikuti laut, bukan jam kantor — saat tangkapan melimpah, antrean penimbangan di TPI bisa memakan waktu berjam-jam.

Pengambengan juga berbeda dari desa Bali pada umumnya: mayoritas dari sekitar 11.000 warganya adalah Muslim keturunan Bugis dan Melayu, dengan masjid sebagai pusat kampung. Menariknya, pantai di sini juga dipakai umat Hindu untuk ritual Melasti menjelang Nyepi — potret kecil keberagaman Jembrana.

Etika Memotret di Kampung Nelayan

  • Minta izin sebelum memotret wajah nelayan atau pekerja dari dekat; senyum dan sapaan singkat biasanya sudah cukup.
  • Jangan menghalangi jalur bongkar muat dan timbangan — ini area kerja dengan lantai licin.
  • Pakai alas kaki tertutup dan baju yang kamu rela kotor, serta berpakaian sopan karena ini kampung Muslim.
  • Beli sesuatu — ikan segar, kerupuk, atau kopi warung — sebagai bentuk timbal balik.

Info Praktis & Kunjungan

  • Lokasi: Desa Pengambengan, Kec. Negara, Kab. Jembrana — Lihat di Google Maps
  • Akses: sekitar 10 km (15–20 menit) dari kota Negara; kurang lebih 35–40 km (sekitar 1 jam) dari Pelabuhan Gilimanuk; sekitar 95 km (2,5–3 jam) dari Denpasar lewat Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk. Paling praktis dengan mobil atau motor sewaan.
  • Waktu terbaik: subuh hingga pagi (kira-kira pukul 05.00–09.00) untuk aktivitas bongkar muat; sore menjelang senja untuk memotret perahu dan matahari terbenam.
  • Biaya: tidak ada tiket masuk resmi — ini pelabuhan kerja, bukan objek wisata berbayar. Siapkan uang kecil untuk parkir, kisaran Rp2.000–5.000.
  • Cara datang: bisa datang langsung. Untuk kunjungan kelompok atau akses lebih dalam ke area pelabuhan, koordinasikan dulu dengan kantor PPN Pengambengan atau Dinas Pariwisata Kabupaten Jembrana.
  • Sosmed: cari di Instagram untuk melihat kondisi terkini.

Pengambengan paling nikmat dijelajahi tanpa buru-buru — menginap semalam di sekitar Negara atau Gilimanuk membuatmu bisa tiba di dermaga saat langit masih gelap, dan voucher hotel AccessiaPass bisa membantu menekan biaya menginap di Bali Barat.

Pelabuhan Pengambengan, Jembrana: Kampung Nelayan Selerek di Ujung Barat Bali Pelabuhan Pengambengan, Jembrana: Kampung Nelayan Selerek di Ujung Barat Bali Pelabuhan Pengambengan, Jembrana: Kampung Nelayan Selerek di Ujung Barat Bali

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.