Di antara Ketewel dan Saba, di Desa Sukawati, Gianyar, terhampar Pantai Purnama — garis pasir hitam vulkanik yang lapang dan hampir selalu sepi. Berbeda dengan pantai selatan Bali, Purnama bukan pantai berjemur. Bagi masyarakat Bali, ini adalah pantai spiritual: tempat melukat (pembersihan diri) dan salah satu titik utama upacara melasti menjelang Nyepi.
Melukat dan Pura Erjeruk
Di dekat pantai berdiri Pura Erjeruk dengan sumber air suci yang ramai dikunjungi saat purnama dan tilem. Pengunjung non-Hindu tetap boleh datang selama berpakaian sopan, mengenakan kain dan selendang, serta tidak memotret orang yang sedang bersembahyang dari jarak dekat. Tidak ada tiket resmi untuk melukat — cukup donasi sukarela di kotak yang tersedia.
Sunrise dan Konservasi Penyu
Karena menghadap timur, Purnama memberi sunrise yang bersih di atas laut sekitar pukul 06.00. Pesisir Gianyar — termasuk Purnama, Lembeng, dan Saba — juga menjadi lokasi pengumpulan telur penyu yang dikelola kelompok konservasi setempat; pelepasan tukik biasanya digelar pada musim menetas sekitar Juli–Oktober dan sering terbuka untuk umum.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps — sekitar 30 menit dari Ubud, 40 menit dari Denpasar, dan 15 menit dari Pasar Seni Sukawati.
- Jam buka: pantai terbuka 24 jam; paling nyaman pukul 05.30–09.00 dan 16.00–18.30.
- Tiket & parkir: tidak ada tiket masuk; parkir sekitar Rp2–5rb (motor) dan Rp5–10rb (mobil).
- Cara berkunjung: datang langsung. Untuk ikut pelepasan tukik, tanyakan jadwal ke kelompok konservasi penyu pesisir Gianyar (antara lain di Pantai Saba) menjelang musim menetas.
- Instagram: cari di Instagram
- Tips: hormati ritual yang sedang berlangsung, jangan berjalan di depan orang bersembahyang, dan hindari berenang jauh — arus di pantai ini kuat.
Bila ingin mengejar sunrise-nya tanpa terburu-buru, menginaplah di sekitar Ubud atau Sanur dengan voucher hotel AccessiaPass.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!