Pantai Cucukan di Banjar Cucukan, Desa Medahan, Blahbatuh, gratis dan buka 24 jam, sekitar 25-35 menit dari Sanur lewat Jl. Prof. IB Mantra dan 35-45 menit dari Ubud. Pantai pasir hitam ini lengang di hari biasa, tetapi catatan keselamatannya sepanjang 2025-2026 layak dibaca dulu.
1. Ini bukan pantai untuk berenang
Tiga kejadian terseret arus tercatat dalam empat bulan. Pada 7 Desember 2025 empat remaja yang memancing terseret saat salah satunya mencoba melepas kail yang tersangkut di batu; semuanya selamat ditolong delapan personel Balawista BPBD Gianyar yang sedang bertugas (NusaBali). Pada 5 April 2026 pukul 21.18 seorang pemuda 28 tahun terseret saat berenang malam Banyu Pinaruh dan diselamatkan relawan (Bali Post). Ikuti bendera dan arahan petugas; arti tiap bendera ada di artikel keselamatan pantai Bali.
2. Hati-hati memilih kursus selancar
Pada Februari 2026 seorang turis Jerman yang berselancar terseret sekitar 600 meter sampai membentur struktur pemecah ombak, mengalami luka lecet dan gigi retak. Petugas Balawista kepada Bali Post menyebut banyak pemandu selancar dari luar yang tidak bersertifikat, dan menilai Cucukan tidak cocok untuk selancar. Tanyakan sertifikat sebelum membayar.
3. Jangan naik ke batu pemecah ombak
Bebatuan dan struktur pemecah ombak licin dan terus dihantam ombak. Kejadian Desember 2025 berawal dari kail yang tersangkut di sana.
4. Banyu Pinaruh berikutnya, pantai penuh warga
Sehari setelah Saraswati, warga datang melukat di pantai. Menurut siklus 210 hari, Banyu Pinaruh berikutnya jatuh pada Minggu, 1 November 2026 (perkiraan, cek kalender Bali). Hari itu pantai ramai sejak dini hari dan parkir sesak; beri ruang bagi yang sembahyang.
5. Fasilitasnya sederhana
Ada toilet, warung makanan laut, bale peneduh, dan jalur jogging di tepi pantai (IDN Times). Tarif parkir resmi tidak tercantum di sumber yang dicek (Oktober 2026); siapkan uang kecil sekitar Rp2.000-5.000.
6. Datang pagi
Pagi lebih sejuk dan sepi, dan pasir hitam belum panas. Sore hari warga sekitar datang memancing dan bersantai.
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Tiket: gratis; buka 24 jam.
- Kabar terbaru: cari di Instagram
Pura Masceti, salah satu pura besar di pesisir Gianyar, ada di desa yang sama. Bila berkunjung ke sana, pakai kain dan selendang.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!