Omed-Omedan adalah tradisi tahunan unik milik Banjar Kaja Sesetan, Denpasar Selatan. Dalam bahasa Bali, omed-omedan berarti “tarik-tarikan”. Ritual ini digelar pada Ngembak Geni — sehari setelah Nyepi — untuk menyambut Tahun Baru Saka. Karena tanggal Nyepi mengikuti kalender Saka, waktunya bergeser tiap tahun; pada 2026 Nyepi jatuh di bulan Maret, sehingga Omed-Omedan digelar sehari sesudahnya.
Apa yang Terjadi
Peserta utamanya muda-mudi lajang banjar (umumnya usia 16–30 tahun), dibagi kelompok pria dan wanita. Kedua kelompok saling tarik, berpelukan (gelut), dan bersentuhan pipi/dahi (diman) sambil diguyur air oleh warga. Meski dijuluki “ritual ciuman”, intinya adalah mempererat kebersamaan dan keharmonisan warga, bukan tontonan asmara.
Sejarah Singkat
- Diyakini sudah berlangsung berabad-abad, terkait tradisi Puri di Sesetan
- Sempat dilarang pada 1984, lalu dihidupkan kembali warga banjar
- Kini menjadi daya tarik budaya sekaligus perekat solidaritas
Cara Hadir dengan Hormat
- Datang pagi — arena cepat penuh; acara biasanya siang hari
- Berpakaian sopan; siap basah karena air diguyur ke segala arah
- Ini prosesi adat, bukan panggung; ikuti arahan panitia banjar dan hormati warga
- Penting: hari Nyepi (sehari sebelumnya) seluruh Bali hening total — bandara tutup, tak boleh keluar penginapan — jadi atur lodging dekat Denpasar jauh-jauh hari
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Jadwal / Jam: Ngembak Geni, sehari setelah Nyepi (2026: bulan Maret); acara umumnya mulai siang
- Reservasi/Akses: gratis dan terbuka untuk umum — datang pagi, jaga barang dari basah, ikuti arahan panitia, dan hormati prosesi adat
- Sosmed: cari di Instagram
Karena Nyepi menutup seluruh Bali sehari sebelumnya, amankan penginapan dekat Denpasar lebih awal lewat voucher hotel AccessiaPass agar bisa menyaksikan Omed-Omedan tanpa repot.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!