Setiap 210 hari sekali, kawasan Pura Agung Petilan di Kesiman, Denpasar Timur, berubah total. Puluhan barong dan rangda dari pura-pura sekitar diusung berkumpul, gamelan menghentak tanpa henti, dan banyak pemedek mengalami kerauhan — kondisi trance — lalu menghunus keris ke dada sendiri tanpa terluka. Inilah Ngerebong: sebuah upacara penyucian, bukan pertunjukan yang dijadwalkan untuk turis. Tradisi ini ditetapkan sebagai upacara tetap di Pura Agung Petilan sejak 1937 dan dijaga turun-temurun oleh krama Desa Adat Kesiman.
Kapan Digelar
Ngerebong jatuh pada Redite (Minggu) Pon wuku Medangsia, delapan hari setelah Hari Raya Kuningan. Pelaksanaan 2026 digelar pada Minggu, 5 Juli 2026. Menurut kalender Bali, siklus berikutnya jatuh sekitar akhir Januari 2027. Karena putaran kalender Bali 210 hari kerap bergeser dari kalender Masehi, selalu konfirmasi jadwal terbaru ke Desa Adat Kesiman atau banjar setempat sebelum datang.
Jalannya Prosesi
Rangkaian dimulai pagi, sekitar pukul 08.00 WITA, saat kober diantar ke Pura Petilan sebagai tanda upacara dibuka. Sore hari, sekitar pukul 16.00, barulah bagian yang paling dikenal berlangsung dan biasanya rampung menjelang senja.
- Ngider buana: iring-iringan sesuhunan mengelilingi wantilan sebagai simbol harmonisasi alam
- Kerauhan & ngurek: pemedek yang kerauhan menghunuskan keris ke tubuh sendiri
- Penyucian: tirta dan doa penutup, diiringi puluhan penjor tinggi di sepanjang jalan
Etika Menyaksikan
Warga di luar desa adat dipersilakan menyaksikan, tetapi syaratnya jelas dan bukan sekadar formalitas.
- Wajib berpakaian adat: kamben/kain dengan selendang di pinggang, bahu dan lutut tertutup
- Duduk bersama pemedek; jangan berdiri di jalur prosesi atau naik ke tembok pura
- Jangan gunakan lampu kilat, dan jangan menyodorkan kamera ke wajah orang yang kerauhan
- Ikuti arahan pecalang tanpa berdebat; jangan bawa minuman kemasan plastik
- Perempuan yang sedang datang bulan tidak diperkenankan memasuki areal pura
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps — kawasan Kesiman, Denpasar Timur, sekitar 15–20 menit dari Sanur
- Waktu terbaik / jadwal: tiap 210 hari pada Redite Pon Medangsia; datang sekitar pukul 15.00 untuk dapat tempat, puncak acara sore hari
- Kisaran biaya: gratis; siapkan parkir Rp 5.000–15.000 dan sewa/beli kain serta selendang sekitar Rp 50.000–150.000 bila belum punya
- Cara ikut/memesan: acara terbuka dan tanpa tiket, tidak perlu pemesanan; datang lebih awal, berpakaian adat lengkap, dan hormati semua aturan adat serta arahan panitia
- Sosmed: cari di Instagram
Lalu lintas di sekitar Kesiman padat sejak siang dan prosesi baru usai menjelang malam, jadi menginap di Denpasar atau Sanur membuat harinya jauh lebih tenang — voucher hotel AccessiaPass bisa membantu mengatur anggarannya.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!