Jalan Cok Rai Pudak di Peliatan dilewati hampir semua orang yang menuju Ubud dari arah Gianyar atau pulang dari Tegallalang. Di sisi jalan itu, di balik gerbang batu dan taman yang rapi, berdiri Museum Rudana & The Rudana Fine Art Gallery — museum tiga lantai yang didirikan kolektor Nyoman Rudana pada pertengahan 1990-an. Koleksinya kelas nasional, tapi ruangannya hampir selalu kosong.
Tiga Lantai, Tiga Zaman Seni Rupa
Bangunan utamanya bertingkat sehingga kamu bisa menelusuri perjalanan seni rupa Bali dan Indonesia sambil naik lantai.
- Lantai bawah: lukisan tradisional bergaya Kamasan, Batuan, dan Ubud, plus patung serta benda upacara.
- Lantai tengah: karya seni rupa modern Indonesia.
- Lantai atas: karya kontemporer dan pameran temporer.
Nama Besar di Dinding yang Sunyi
- Affandi dan Basuki Abdullah mewakili maestro modern Indonesia.
- Antonio Blanco dan Arie Smit mewakili seniman asing yang berkarya di Bali.
- Nyoman Gunarsa, I Gusti Nyoman Lempad, dan Made Wianta dari sisi Bali.
- Koleksinya disebut lebih dari 400 karya — jauh lebih banyak dari yang bisa dilihat sekali datang.
Sawah, Taman, dan Cara Menikmatinya
- Halaman belakang museum menghadap taman dan sawah; sisihkan waktu untuk duduk sebentar di sana.
- Alokasikan 1–2 jam supaya tidak sekadar lewat.
- Datang pagi setelah buka untuk cahaya terbaik dan ruang pamer yang benar-benar kosong.
- Berpakaian sopan dengan bahu tertutup; galeri Rudana Fine Art di sebelahnya bisa dikunjungi sekalian.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Jl. Cok Rai Pudak No. 44, Peliatan, Ubud, Gianyar — Lihat di Google Maps. Sekitar 10 menit berkendara dari Puri Saren Ubud.
- Jam buka: umumnya setiap hari sekitar pukul 09.00–17.00; loket biasanya berhenti melayani sebelum jam tutup.
- Tiket: kisaran mulai sekitar Rp 20.000 per orang dewasa dan lebih murah untuk anak; sebagian paket tur mematok lebih tinggi, jadi konfirmasi di loket.
- Cara berkunjung: datang langsung tanpa reservasi; rombongan besar sebaiknya menghubungi museum lebih dulu.
- Sosmed: cari di Instagram.
Museum Rudana adalah alasan bagus untuk berhenti di Peliatan alih-alih langsung menembus keramaian pusat Ubud. Kalau kamu ingin menginap beberapa malam di sekitar Ubud dan menjelajah museum serta sawahnya tanpa terburu-buru, bandingkan harga dan pesan voucher menginap di AccessiaPass agar biaya kamar lebih ringan.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!