Tersembunyi di ujung utara Pantai Sanur, Museum Le Mayeur adalah bekas rumah pelukis Belgia Adrien-Jean Le Mayeur de Merprès yang menetap di Bali sejak 1932. Bangunan kayu bergaya Bali ini menyimpan puluhan lukisan aslinya, ukiran halus, dan suasana romantis yang jarang ditemui di tengah keramaian Sanur modern.
Kisah Le Mayeur dan Ni Pollok
Le Mayeur jatuh cinta pada cahaya tropis Bali dan pada Ni Pollok, seorang penari Legong muda yang kemudian menjadi istri sekaligus model utamanya. Hampir semua kanvas di sini menampilkan Ni Pollok di taman, di pantai, atau di antara bunga — sebuah dokumentasi cinta yang bertahan puluhan tahun.
Apa yang Bisa Dilihat
- Lukisan asli bergaya impresionis dengan warna hangat khas Le Mayeur
- Kolam teratai dan taman di halaman rumah
- Ukiran kayu, patung, dan perabot antik bergaya Bali
- Arsitektur rumah panggung kayu yang otentik
Tips Berkunjung
Datanglah pagi hari saat cahaya paling lembut dan udara masih sejuk; kunjungan cukup sekitar 30–45 menit. Bawa uang tunai untuk tiket, kenakan pakaian sopan, dan lepas alas kaki saat masuk ruang lukisan. Museum ini mudah digabung dengan jalan pagi di sepanjang beach walk Sanur.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Jam & Tiket: buka pagi hingga siang (umumnya sekitar pukul 08.00–15.30, jam bisa berubah); tiket masuk sekitar Rp20–50rb per orang
- Reservasi/Akses: datang langsung tanpa reservasi; naik motor sewaan, ojek, atau Grab ke ujung utara Pantai Sanur, lalu jalan kaki dari area parkir Inna Bali Beach
- Sosmed: cari di Instagram
Agar bisa menikmati Sanur dengan santai dari pagi hingga senja, pesan penginapan dekat pantai lewat voucher hotel AccessiaPass dan mulai harimu hanya beberapa menit dari museum ini.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!