Feed

Museum Gunungapi Batur: Bagian Penelokan yang Dilewati Semua Orang

Hampir semua orang melakukan hal yang sama di Penelokan: turun dari mobil, memotret kaldera Batur sepuluh menit, lalu lanjut ke warung buffet. Padahal persis di tepi Jalan Raya Penelokan, menghadap panorama yang baru saja difoto, berdiri Museum Gunungapi Batur — kini dikembangkan menjadi Museum Geopark Batur — dan hampir selalu sepi. Di sinilah pemandangan tadi akhirnya punya penjelasan.

Apa yang ada di dalamnya

Museum ini dikelola Badan Geologi, Kementerian ESDM, dan menjadi pusat informasi Batur UNESCO Global Geopark — kaldera pertama di Indonesia yang masuk jejaring geopark global UNESCO pada 2012.

  • Lantai satu: maket besar Gunung Batur dan Danau Batur lengkap dengan jalur aliran lava dan bentuk kaldera, ditambah peraga jenis letusan serta material yang dilontarkan.
  • Koleksi batuan: lava beku, obsidian, dan batuan vulkanik lain yang bisa diamati dari dekat.
  • Lantai dua: ruang keanekaragaman hayati dan budaya, auditorium pemutaran film pendek gunung api, serta pos pengamatan berteropong yang diarahkan ke Gunung Batur.

Dua letusan yang memindahkan sebuah desa

Bagian yang paling menempel di ingatan adalah kisah letusan besar awal abad ke-20. Letusan 1917 menewaskan lebih dari 1.300 orang serta meratakan puluhan ribu rumah dan ribuan pelinggih, tetapi aliran lava berhenti tepat di depan gerbang Pura Batur. Sembilan tahun kemudian, letusan 1926 menimbun desa lama beserta puranya, dan warga memindahkan seluruh permukiman ke tepi kaldera — persis tempat Anda berdiri saat berfoto di Penelokan.

Menyelipkannya ke rencana hari itu

  • Seusai sunrise trek Gunung Batur, mampir sebelum makan siang: teduh, hangat, dan enak untuk duduk sementara kaki pulih.
  • Kabut dan hujan sering menutup kaldera setelah pukul 10.00 — museum jadi rencana cadangan yang jauh lebih berisi daripada menunggu di parkiran.
  • Rangkai dengan Danau Batur, pemandian air panas Toya Bungkah, atau Pura Ulun Danu Batur di Desa Batur.
  • Suhu Kintamani berkisar 16–22°C dan berangin: bawa jaket tipis, hindari sandal jepit.
  • Kawasan Jalan Raya Penelokan memungut retribusi wisata yang terpisah dari tiket museum, di beberapa pos — salah satunya persis di depan museum. Siapkan uang tunai kecil dan minta karcis resmi.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Lihat di Google Maps — Jalan Raya Penelokan, Batur Selatan, Kintamani, Bangli; sekitar 1 jam 15 menit dari Ubud, 2–2,5 jam dari Kuta atau bandara.
  • Jam buka: umumnya Senin–Kamis 08.00–16.00 WITA, Sabtu–Minggu 08.00–14.00 WITA, dan tutup pada Jumat serta hari libur nasional. Sebaiknya konfirmasi dulu sebelum berangkat.
  • Tiket/harga: murah — kisaran Rp10.000–25.000 untuk pengunjung domestik, lebih tinggi untuk wisatawan asing (sekitar Rp30.000–50.000). Belum termasuk retribusi kawasan Kintamani.
  • Durasi kunjungan: 45–90 menit.
  • Reservasi: tidak perlu — datang langsung, beli tiket di loket, bawa uang tunai.
  • Instagram: cari di Instagram

Satu jam di sini mengubah Penelokan dari sekadar latar foto menjadi tempat yang benar-benar Anda mengerti. Rencanakan menginapnya lebih hemat dengan voucher hotel AccessiaPass.

Museum Gunungapi Batur: Bagian Penelokan yang Dilewati Semua Orang Museum Gunungapi Batur: Bagian Penelokan yang Dilewati Semua Orang Museum Gunungapi Batur: Bagian Penelokan yang Dilewati Semua Orang

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.