Sehari setelah Nyepi, ketika Bali mulai bergerak lagi, warga Desa Adat Semate di Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, justru berkumpul untuk saling tarik. Namanya Mbed-Mbedan: mirip tarik tambang, tetapi talinya disertai bun kalot, tanaman merambat yang tumbuh di setra (kuburan adat) desa. Edisi terakhir digelar Jumat, 20 Maret 2026, bertepatan dengan Ngembak Geni Tahun Baru Saka 1948.
Asal-Usul: Tarik-Ulur Memberi Nama Desa
Menurut Raja Purana desa dan penuturan pemangku setempat, tradisi ini mengenang berdirinya Desa Adat Semate dan Pura Kahyangan Putih, yang diperkirakan sejak 1396 Saka (1474 Masehi). Kisahnya berawal dari pelarian keluarga besar I Gusti Pasek Gelgel akibat konflik pada masa Kerajaan Waturenggong, hingga mereka membuka permukiman di hutan kayu putih.
- Makna tarikan: simbol tarik-ulur pendapat saat musyawarah memberi nama desa, sesuai bhisama (amanat) Mpu Bantas.
- Nama “Putih Semate”: “putih” dari pohon kayu putih, “semate” dari tekad warga untuk sehidup-semati di tanah itu.
- Bukan soal menang: Jero Mangku Made Sukarta, pemangku Pura Kahyangan Putih Semate, menegaskan yang dicari adalah tawa bersama dan kerukunan, tanpa dendam.
Jalannya Acara
- Sekitar pukul 09.00 WITA: persembahyangan bersama di Pura Desa lan Puseh; warga menghaturkan tipat dan bantal sebagai lambang purusa-pradana.
- Tari Rejang Giri Putri ditampilkan, lalu tarik-menarik digelar di halaman pura dengan iringan gamelan baleganjur.
- Babak demi babak: dibuka secara simbolis oleh para pemangku, disusul kelompok pemuda, ibu-ibu melawan bapak-bapak, hingga anak-anak. Kelompok yang berhasil menarik lawan melewati garis batas memenangi babak.
- Penutup: makan bersama dan saling memaafkan sebagai akhir rangkaian Nyepi.
Karena bun kalot kian langka, kini dipakai tali tambang, sementara bun kalot tetap dipertahankan secara simbolis. Tradisi ini sempat lama terhenti, dihidupkan kembali sekitar 2009–2011, ditiadakan saat pandemi, dan rutin lagi sejak 2023.
Etika untuk Penonton
- Pesertanya krama desa; wisatawan boleh menonton dari pinggir tanpa tiket. Jangan ikut menarik kecuali diajak panitia.
- Kenakan kain dan selendang, terutama bila masuk area pura; jangan menghalangi prosesi atau menerbangkan drone tanpa izin.
- Datang pagi dan parkir di tempat yang diarahkan pecalang.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Desa Adat Semate, Abianbase, Mengwi — Lihat di Google Maps. Sekitar 30–45 menit dari Canggu atau Seminyak, 50–60 menit dari Ubud.
- Jadwal berikutnya: Nyepi 2027 diperkirakan Selasa, 9 Maret 2027, sehingga Mbed-Mbedan kemungkinan Rabu, 10 Maret 2027. SKB libur 2027 belum terbit, jadi cek kalender resmi; tanggal ini juga diperkirakan berdekatan dengan Idulfitri sehingga jalan bisa padat.
- Biaya & cara ikut: gratis, tanpa reservasi. Datang langsung dan pantau informasi Desa Adat Semate menjelang Nyepi.
- Instagram: cari di Instagram untuk foto dan video edisi terbaru.
Mbed-Mbedan melengkapi tradisi Ngembak Geni lain seperti Omed-Omedan di Sesetan dan Siat Yeh di Jimbaran. Agar pagi Ngembak Geni tinggal berangkat, amankan voucher hotel di Canggu atau sekitar Mengwi lewat AccessiaPass.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!