Jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, bukan sekadar penghubung jalan. Dengan pilar setinggi sekitar 71 meter dan bentang sekitar 360 meter, jembatan yang diresmikan tahun 2006 ini tercatat sebagai jembatan tertinggi di Bali dan kerap disebut salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Dari atasnya, lembah hijau, hutan, dan kebun jeruk khas dataran tinggi Badung terhampar seperti lukisan.
Rute dan Waktu Tempuh
- Dari Ubud: sekitar 1 jam–1,5 jam lewat Payangan menuju Petang.
- Dari Denpasar: sekitar 1,5–2 jam ke utara melalui Sangeh dan Petang.
- Jembatan ini berada di jalur Pelaga–Kintamani, cocok digabung dengan Air Terjun Nungnung atau kebun kopi Petang.
- Jalan menanjak dan berkelok; motor matic kecil sebaiknya dihindari saat hujan.
Waktu Terbaik dan Biaya
Datanglah saat matahari terbit hingga pukul 09.00, ketika kabut tipis masih menggantung di lembah — inilah momen foto paling dramatis. Sore menjelang pukul 17.00 juga cantik, tetapi kabut tebal bisa menutup pandangan. Tidak ada loket dan tidak ada tiket masuk; siapkan saja Rp2.000–Rp5.000 untuk parkir atau donasi sukarela di warung sekitar.
Tips Aman
- Jembatan ini jalan umum aktif: truk dan bus melintas, jadi selalu berjalan di sisi trotoar.
- Jangan parkir di badan jembatan. Gunakan bahu jalan atau warung di kedua ujungnya, lalu berjalan kaki.
- Angin di ketinggian cukup kencang dan suhu dingin; bawa jaket tipis.
- Pegang erat ponsel dan topi saat memotret dari tepi.
- Bawa uang tunai; sinyal dan mesin ATM terbatas di kawasan ini.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Cara berkunjung: datang bebas kapan saja tanpa reservasi, paling nyaman dengan mobil sewaan atau sopir harian.
- Instagram: cari di Instagram
- Jam: terbuka 24 jam. Gratis; parkir sekitar Rp2.000–Rp5.000.
Untuk mengejar kabut pagi tanpa berangkat kelewat subuh, menginaplah di Ubud atau Petang dengan voucher hotel AccessiaPass.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!