Desa Tenganan Pegringsingan di Karangasem, Bali Timur, adalah salah satu dari sedikit desa Bali Aga — komunitas pribumi yang mempertahankan adat pra-Hindu sebelum kedatangan Majapahit. Berbeda dari desa Bali pada umumnya, Tenganan memiliki tata letak berbenteng yang ketat: deretan rumah saling berhadapan di sepanjang tiga jalan batu sejajar yang menanjak, dengan bale-bale komunal, lumbung, dan pura di porosnya. Aturan adat (awig-awig) mengatur segala hal mulai dari pernikahan hingga kepemilikan tanah komunal, dan suasananya tenang, jauh dari hiruk-pikuk turisme massal di Bali Selatan.
Yang Membuatnya Istimewa
- Tenun geringsing: kain ikat ganda (double-ikat) langka yang ditenun di sini dan diyakini berkekuatan pelindung; satu helai bisa memakan waktu bertahun-tahun.
- Mekare-kare: ritual perang pandan tahunan (biasanya sekitar Juni–Juli) di mana pemuda saling 'bertarung' dengan daun pandan berduri sebagai persembahan kepada Dewa Indra.
- Kerajinan lain: anyaman ata, lontar (manuskrip daun palem), dan kaligrafi.
Tips Berkunjung
Desa buka untuk wisatawan pada siang hari; cukup datang langsung dan memberi donasi sukarela di pintu masuk. Hormati adat: berpakaian sopan, jangan masuk ke area upacara tanpa izin, dan minta persetujuan sebelum memotret penduduk. Menyewa pemandu lokal sangat membantu untuk memahami makna tenun geringsing dan tata ruang desa.
- Durasi: sekitar 1–2 jam berjalan kaki menyusuri desa.
- Donasi masuk: sekitar Rp20–30rb per orang (sukarela).
- Bawa: uang tunai untuk membeli tenun langsung dari perajin.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Cara berkunjung: datang langsung, bayar donasi di pintu masuk, sewa pemandu lokal untuk memahami adat, dan beli tenun langsung dari perajin.
- Instagram: cari di Instagram
- Jam & harga: umumnya pagi–sore; donasi sekitar Rp20–30rb.
Bermalam di kawasan Karangasem atau Candidasa lewat voucher hotel AccessiaPass agar bisa tiba pagi-pagi saat desa masih lengang dan menyaksikan perajin menenun geringsing.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!