Desa Sembiran, Tejakula: Desa Bali Mula dengan Jejak Zaman Batu, Prasasti Tembaga & Tari Baris Panah

Tetangga Desa Julah ini berdiri di lereng perbukitan di atas pesisir Kecamatan Tejakula, Buleleng. Desa Sembiran tergolong desa Bali Mula (sering disebut Bali Aga) dengan pemerintahan adat ulu apad — jabatan adat bergilir menurut urutan perkawinan, bukan kasta. Penduduknya lebih dari 6.000 jiwa, dan desa ini terdaftar di Jadesta Kemenpar sebagai “Desa Wisata Rumah Tua Desa Sembiran” (kategori rintisan).

Lapisan Sejarah yang Jarang Ada di Bali

  • Zaman batu: penelitian R.P. Soejono (1961) menemukan kapak genggam, batu pukul, dan alat serpih yang digolongkan Paleolitik, mirip temuan Pacitan di Jawa Timur.
  • Megalitik: penelitian Made Sutaba (1971–1972) mencatat 17 dari 23 pura di Sembiran mengandung unsur megalitik berupa susunan batu besar.
  • Kontak India kuno: ekskavasi di Sembiran dan Pacung menemukan gerabah rouletted ware asal India — bukti perdagangan lintas samudra sekitar abad ke-2 SM hingga abad ke-2 M (jurnal Antiquity).
  • Prasasti tembaga: sepuluh prasasti bertarikh 922/923–1181 M, dari Ratu Ugrasena hingga Raja Jaya Pangus, berbahasa Bali Kuno lalu Jawa Kuno; salah satunya membebaskan pajak setelah desa dijarah perompak.

Adat, Tari Sakral & Tenun

  • Pola permukiman kuta kurung: pekarangan berderet dari arah laut ke bukit dan saling berhadapan; Bale Agung dan Bale Kulkul di tengah desa bersifat sakral.
  • Tari sakral seperti Rejang Dewa, Nyong Nying, Baris Panah, dan Baris Jojor hanya dipentaskan saat upacara — tidak ada jadwal pertunjukan untuk wisatawan.
  • Jejak pendatang Muslim abad ke-17 masih hidup dalam ritual: sesaji tanpa daging babi (baktian slem) dipersembahkan berdampingan dengan sesaji berdaging babi (baktian bauwi).
  • Tenun cagcag kain bebali khas Sembiran sedang diregenerasi lewat pelatihan Dekranasda (Desember 2022); paket “Kain Bebali/Tenun Cag Cag” tercantum di profil Jadesta desa.

Etika Berkunjung

  • Lempeng prasasti disakralkan dan tidak boleh dijamah sembarang orang; Bali Express (2020) menyebut sembilan lempeng disimpan di Pura Bale Agung. Ini bukan museum — jangan meminta untuk melihatnya.
  • Kenakan kain dan selendang, minta izin sebelum memotret warga atau memasuki pura, dan jangan naik ke bale sakral.
  • Hampir setiap Purnama ada piodalan; pada hari upacara besar ikuti arahan prajuru desa.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Banjar Dinas Kanginan, Sembiran, Tejakula — Lihat di Google Maps
  • Akses: ±31 km (45–60 menit) dari Singaraja, ±40 km (±1 jam) dari Lovina, ±90 km (2,5–3 jam) dari Sanur via Kintamani–Kubutambahan; kendaraan pribadi paling praktis.
  • Cara berkunjung: kabari Pokdarwis Sembiran beberapa hari sebelumnya lewat email di profil Jadesta ([email protected]) untuk pemandu lokal atau demo tenun. Tidak ada loket tiket resmi; siapkan dana punia sukarela.
  • Instagram: cari di Instagram

Gabungkan Sembiran dan Julah dalam satu hari dari basis di Lovina atau Singaraja — cek voucher hotel AccessiaPass untuk kawasan Bali Utara.

Desa Sembiran, Tejakula: Desa Bali Mula dengan Jejak Zaman Batu, Prasasti Tembaga & Tari Baris Panah Desa Sembiran, Tejakula: Desa Bali Mula dengan Jejak Zaman Batu, Prasasti Tembaga & Tari Baris Panah Desa Sembiran, Tejakula: Desa Bali Mula dengan Jejak Zaman Batu, Prasasti Tembaga & Tari Baris Panah

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.