Desa Petulu, Ubud: Menyaksikan Ribuan Kokokan Pulang Bertengger Tiap Senja

Sekitar 3 kilometer di utara pusat Ubud, ada satu ruas jalan desa yang berubah total setiap sore. Menjelang pukul 17.30, langit Desa Petulu dipenuhi titik-titik putih: ribuan burung kokokan — bangau putih atau heron — kembali dari sawah di sekitar Gianyar untuk bertengger di pohon-pohon tepi jalan. Suaranya riuh, gerakannya seperti badai salju terbalik, dan semuanya gratis ditonton dari pinggir jalan.

Kenapa Kokokan Memilih Petulu

Warga bercerita burung-burung ini datang serentak pada November 1965, tak lama setelah desa menggelar upacara penyucian besar. Sejak itu kokokan dianggap suci dan dilindungi: tidak boleh diburu maupun diusir. Koloni mereka membentang sekitar 400 meter, dari Pura Desa dan Pura Puseh di utara sampai Pura Agung Basukih di selatan.

Waktu Terbaik dan Apa yang Dilihat

  • Jam kedatangan: mulai ramai sekitar 17.00, puncaknya 17.30–18.15, lalu burung tenang di dahan.
  • Musim terbaik: Oktober–Maret, musim bersarang, saat jumlah burung paling padat.
  • Durasi ideal: 45–60 menit, cukup untuk melihat kedatangan sampai langit gelap.
  • Titik pandang: ada tiga spot di sepanjang jalan; dua di antaranya punya warung kecil menghadap sawah.

Siapkan Ini Sebelum Berangkat

  • Topi atau payung lipat — kotoran burung sangat banyak dan aspal bisa licin.
  • Lotion anti nyamuk; sore hari di tepi sawah nyamuknya agresif.
  • Uang tunai pecahan kecil untuk parkir dan donasi desa.
  • Lensa zoom atau binokular untuk foto dekat, dan jangan pakai lampu kilat.
  • Jaket tipis dan senter kecil; perjalanan pulang sudah gelap.

Info Praktis & Reservasi

  • Lokasi: Banjar Petulu, Desa Petulu, Ubud, Gianyar — sekitar 10–15 menit berkendara dari Ubud Palace. Lihat di Google Maps
  • Jam dan biaya: jalan desa terbuka bebas; datanglah antara 17.00–18.30. Tidak ada tiket resmi — siapkan donasi sukarela sekitar Rp 10.000–20.000 per orang dan parkir sekitar Rp 2.000–5.000.
  • Cara datang: datang langsung tanpa reservasi. Sewa motor sekitar Rp 70.000–100.000 per hari, atau mobil dengan sopir sekitar Rp 600.000–800.000 per hari. Bisa juga bersepeda dari Ubud, asalkan bawa lampu.
  • Sosial media: desa ini tidak punya akun resmi terverifikasi — cari di Instagram untuk melihat foto terbaru pengunjung.

Karena pertunjukan kokokan baru dimulai saat matahari turun, menginap di sekitar Ubud membuatmu tak perlu buru-buru pulang ke Kuta dalam gelap — cek voucher hotel AccessiaPass untuk properti dekat Ubud.

Desa Petulu, Ubud: Menyaksikan Ribuan Kokokan Pulang Bertengger Tiap Senja Desa Petulu, Ubud: Menyaksikan Ribuan Kokokan Pulang Bertengger Tiap Senja Desa Petulu, Ubud: Menyaksikan Ribuan Kokokan Pulang Bertengger Tiap Senja

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.