Sekitar 10 kilometer dari Amlapura, di jalur pegunungan Bebandem, ada desa tanpa loket dan gerbang selamat datang: Desa Adat Bungaya. Ia termasuk kelompok desa tua Bali Aga–Bali Mula di Karangasem — sekerabat dengan Tenganan, Asak, dan Timbrah — namun nyaris tak tersentuh turisme massal.
Tata Ruang Adat yang Masih Utuh
Bungaya tersusun menurut logika adat, bukan jalan raya. Di pusatnya berdiri Pura Bale Agung dan Pura Puseh, dikelilingi wantilan tempat prajuru bermusyawarah dan upacara pertanian digelar. Desa adat ini menaungi 15 banjar adat di dua desa dinas; gang-gangnya berisi pekarangan bertembok batu, gerbang belah, dan bale panjang yang komunal, bukan dekoratif.
Usaba Dangsil: Bukan Upacara Tahunan
Bungaya paling dikenal lewat Usaba Dangsil (atau Usaba Gede), Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2017. Jangan datang berharap menontonnya — frekuensinya memang tidak tahunan.
- Dulu dua tahun sekali; kini jauh lebih jarang — kira-kira sepuluh tahunan — karena biayanya besar
- Edisi 2016 digelar setelah jeda belasan tahun, diikuti puluhan ribu orang
- Dangsil: menara persembahan bertingkat dari dedaunan, jajan, dan hasil bumi; yang tertinggi sekitar 16 meter
- Rangkaiannya sekitar dua bulan: melasti, mesesedep, Tari Anda semalam suntuk, lalu arak-arakan puncak
- Intinya bukan tontonan, melainkan pengukuhan daha dan teruna — pemuda-pemudi desa — sebagai warga adat
Selonding, Tenun, dan Etika Berkunjung
Bungaya menyimpan gamelan selonding, gamelan besi tua yang disakralkan dan hanya dibunyikan pada upacara tertentu — jangan berharap pertunjukan terjadwal. Kelompok penenun desa masih menghasilkan kain bermotif khas pegunungan timur Bali. Karena bukan objek wisata berbayar, sopan santun menggantikan tiket: minta izin sebelum memotret orang atau area pura.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Desa Adat Bungaya, Bebandem, Karangasem — Lihat di Google Maps
- Cara berkunjung: 10 km dari Amlapura, 30–45 menit dari Candidasa; paling nyaman dengan mobil atau motor sewa. Hubungi prajuru desa adat untuk kunjungan lebih mendalam.
- Jam & tiket: tak ada jam buka maupun tiket — ini desa, bukan objek wisata. Datanglah pagi hingga sore; beri donasi sukarela bila memakai pemandu lokal.
- Etika berpakaian: di area pura wajib kamen dan selendang; saat upacara hindari pakaian terbuka dan jangan berdiri lebih tinggi dari pemangku.
- Sosial media: tidak ada akun resmi yang pasti — cari di Instagram untuk dokumentasi warga.
Bungaya paling pas sebagai agenda setengah hari dari basis di Bali timur, digabung dengan Sibetan atau Tirta Gangga. Kalau ingin menginap di Candidasa, Amlapura, atau Sidemen, bandingkan dulu voucher hotel AccessiaPass untuk kawasan Karangasem.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!