Sekitar 20 menit berkendara ke timur dari Ubud, di dasar lembah Sungai Pakerisan, tersembunyi situs yang nyaris tak pernah masuk itinerary Bali: Candi Tebing Tegallinggah. Candinya tidak disusun dari balok batu, melainkan dipahat langsung ke dinding tebing padas pada masa Bali Kuno sekitar abad ke-11–12, lalu terlupakan berabad-abad sampai didokumentasikan arkeolog Belanda, Krijgsman.
Yang Membuatnya Istimewa
- Dua kelompok candi tebing bertingkat plus sisa gapura yang tampak tidak pernah selesai dikerjakan.
- Ceruk-ceruk pertapaan yang dipahat ke dinding tebing, dulu dipakai bertapa dan bermeditasi.
- Relung arca dan lingga di teras bawah, sebagian aus terkikis rembesan air sawah dari atas tebing.
- Sunyi total: hanya suara arus sungai dan burung, sering Anda satu-satunya pengunjung.
Kondisi Jalur & Etika Berkunjung
- Dari parkiran, jalur langsung menurun lewat ratusan anak tangga; ada percabangan tangga batu dan tangga kayu yang sama-sama sampai ke kompleks candi.
- Tangga kerap licin dan berlumut sehabis hujan. Pakai sepatu bergrip, bukan sandal jepit — turunnya mudah, naiknya yang bikin ngos-ngosan.
- Situs ini rapuh dan rawan longsor: jangan memanjat, menyandar, atau menaruh barang di atas pahatan.
- Ini tempat suci — kenakan kain dan selendang, bicara pelan, dan minta izin sebelum memotret warga yang sedang sembahyang.
- Bawa air minum dan obat nyamuk; fasilitas di bawah minim. Durasi kunjungan wajar 45–75 menit.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Banjar Tegallinggah, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar — Lihat di Google Maps
- Jam buka: setiap hari sekitar pukul 08.00–17.00 WITA.
- Tiket: kisaran Rp20 ribu (domestik) dan Rp30 ribu (wisatawan asing), anak-anak sekitar separuhnya; dikelola Dinas Pariwisata Gianyar bersama Desa Adat Tegallinggah.
- Cara berkunjung: datang langsung tanpa reservasi. Paling praktis sewa motor atau mobil dengan sopir dari Ubud karena jalan masuknya sempit dan tidak dilewati transportasi umum; pemandu lokal tidak selalu bertugas, tanyakan di pos tiket.
- Sosmed: cari di Instagram untuk foto terbaru kondisi jalur.
Rencanakan menginap di Ubud dengan voucher hotel AccessiaPass agar bisa berangkat pagi-pagi ke Tegallinggah saat lembahnya masih teduh dan benar-benar sepi.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!