Bolehkah Turis Menonton Sabung Ayam (Tajen) di Bali?

Menyaksikan tabuh rah, adu ayam singkat tanpa taruhan yang menjadi bagian upacara di pura, umumnya tidak melanggar hukum. Tajen dengan taruhan uang lain cerita: itu judi tanpa izin, dan siapa pun yang ikut bertaruh bisa dipidana. Bagi turis asing, risikonya bertambah satu lapis, yaitu tindakan keimigrasian sampai deportasi. Aturan dan berita di bawah ini dicek Oktober 2026.

Apa beda tabuh rah dan tajen?

Tabuh rah berarti "taburan darah". Adu ayam ini bagian dari upacara bhuta yadnya, dan darah ayam yang tercecer dipersembahkan kepada bhuta kala. Pedoman Parisada Hindu Dharma tahun 1985 menegaskan tabuh rah tidak boleh memakai taruhan uang dalam bentuk apa pun. Ciri yang umum disebut: hanya tiga sehet (babak), disertai sesajen, dan berlangsung di area pura atau tempat upacara.

Tajen adalah sabung ayam di kalangan (arena) dengan banyak babak dan taruhan yang ramai. Gubernur Bali Wayan Koster, 30 Juni 2025, menyatakan tajen yang digelar di tempat khusus di luar upacara termasuk judi dan dilarang, sekaligus menolak usulan DPRD Bali untuk melegalkannya (ANTARA).

Pasal apa yang berlaku sejak 2026?

KUHP baru, UU Nomor 1 Tahun 2023, berlaku sejak 2 Januari 2026 dan menggantikan Pasal 303 KUHP lama. Dua pasal judi yang relevan:

  • Pasal 426: orang yang tanpa izin menawarkan atau memberi kesempatan kepada umum untuk main judi (penyelenggara, bandar) diancam penjara paling lama 9 tahun atau denda paling banyak kategori VI (Rp2 miliar).
  • Pasal 427: orang yang menggunakan kesempatan main judi yang diadakan tanpa izin, artinya ikut bertaruh, diancam penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak kategori III (Rp50 juta).

KUHP baru juga memuat pasal penganiayaan hewan (Pasal 337), tetapi berita penindakan tajen di Bali yang kami telusuri memakai pasal judi.

Kalau hanya menonton tanpa bertaruh?

Pasal 427 menyasar orang yang ikut berjudi; penonton murni tidak disebut secara eksplisit. Tetapi saat razia, semua orang di arena bisa dibubarkan, diperiksa, dan ditanyai identitasnya, dan polisi tidak punya cara cepat membedakan penonton dari petaruh. Bagi WNA, diperiksa di lokasi judi berarti paspor dan izin tinggal ikut dicek. Berdiri di pinggir arena bukan pembelaan yang kuat.

Apakah polisi masih merazia tajen?

Ya, dan beritanya muncul rutin:

  • 5 Oktober 2026: Satreskrim Polres Jembrana menyisir lokasi yang diduga arena sabung ayam di Kaliakah, Kecamatan Negara. Tidak ditemukan aktivitas saat itu, dan polisi menyatakan penyisiran akan dilanjutkan (Bali Tribune).
  • 19 Agustus 2025: Polsek Seririt membongkar arena di Desa Unggahan, Buleleng, setelah laporan di media sosial. Lokasi sudah kosong saat polisi datang (Kompas.com).
  • 14 Juni 2025: tajen di Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani berujung penikaman yang menewaskan satu orang. Polres Bangli menetapkan lima tersangka, salah satunya penyelenggara tajen yang dijerat pasal perjudian (Pantau Bali, 4 Juli 2025).

Penegakannya memang tidak merata; banyak berita menyebut arena yang beroperasi terbuka. Itu tidak mengubah status hukumnya, dan kasus Songan menunjukkan kalangan tajen bisa berubah ricuh.

Bisakah turis asing dideportasi?

Bisa. UU 6/2011 tentang Keimigrasian, Pasal 75, memberi wewenang kepada pejabat imigrasi menjatuhkan tindakan administratif kepada orang asing yang patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum, atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan. Bentuknya antara lain deportasi dan penangkalan (larangan masuk kembali). Sampai Oktober 2026 kami tidak menemukan berita WNA yang dideportasi khusus karena tajen, tetapi dasar hukumnya tersedia, dan Bali dalam beberapa tahun terakhir rutin mendeportasi WNA untuk pelanggaran yang lebih ringan.

Bolehkah memotret?

  • Tabuh rah dalam upacara: minta izin pemangku atau panitia, jangan memakai lampu kilat, jangan masuk ke area ritual, dan berpakaian adat pura (kamen dan selendang). Sikap umum soal kamera di upacara dibahas di artikel bolehkah memotret upacara adat di Bali.
  • Tajen dengan taruhan: jangan memotret atau merekam. Penyelenggara dan petaruh tidak suka direkam, dan video yang Anda unggah menjadi bukti bahwa Anda berada di lokasi judi.

Bila sopir atau pemandu menawarkan "cockfight tour" ke arena, itu hampir pasti tajen dengan taruhan, bukan upacara. Tabuh rah biasanya bisa Anda saksikan dengan wajar ketika diajak warga ke odalan pura, tanpa tiket dan tanpa uang yang berpindah tangan.

Semua aturan Bali di satu halaman 87 panduan aturan & larangan untuk turis, dikelompokkan per topik. Lihat daftar lengkap
Bolehkah Turis Menonton Sabung Ayam (Tajen) di Bali? Bolehkah Turis Menonton Sabung Ayam (Tajen) di Bali? Bolehkah Turis Menonton Sabung Ayam (Tajen) di Bali?

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.