Bolehkah Membawa Korek Api Naik Pesawat dari Bali?

Boleh, dengan syarat ketat: satu korek api kecil atau satu korek gas yang Anda bawa di badan, misalnya di saku celana, bukan di dalam tas kabin dan bukan di koper bagasi. Bahan bakar korek dan tabung isi ulang gas tidak boleh dibawa sama sekali. Ini berlaku untuk penerbangan domestik maupun internasional dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Apa dasar aturannya di Indonesia?

Kementerian Perhubungan merujuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, Lampiran II C. Seperti dikutip Hukumonline (Maret 2018) dari penjelasan Kemenhub, isinya kira-kira begini:

  • Satu korek api kecil atau satu korek gas yang melekat pada badan penumpang, dan tidak berisi bahan bakar cair yang tidak terserap, boleh dibawa ke kabin.
  • Korek api batang dan korek gas tidak diizinkan bila ditaruh di bagasi kabin atau bagasi tercatat.
  • Bahan bakar korek dan isi ulang korek gas sama sekali tidak boleh diangkut di kabin.

Kami tidak menemukan revisi publik yang mengubah poin korek api ini saat mengecek pada Oktober 2026. Nomor pasal dan butir persisnya tidak kami kutip karena kami hanya bisa memverifikasi lewat pernyataan Kemenhub tersebut, bukan naskah lampiran lengkapnya.

Bagaimana dengan aturan internasional IATA?

Garisnya sama. Pedoman barang berbahaya IATA dan ICAO mengizinkan satu korek kecil per penumpang untuk dipakai sendiri, dibawa di badan, bukan di bagasi. Otoritas penerbangan Australia (CASA) juga menulis batas satu korek per penumpang, di badan saja. Jadi aturan Indonesia tidak lebih longgar dari standar dunia, dan dalam praktik terasa lebih ketat karena pemeriksaannya teliti.

Zippo, korek gas, torch, dan korek elektrik: mana yang boleh?

  • Korek gas sekali pakai (yang biasa dijual di minimarket): boleh satu, di saku.
  • Zippo dan korek bensin sejenis: boleh satu di badan bila bahan bakarnya terserap kapas di dalamnya. Cairan Zippo dalam botol tidak boleh dibawa.
  • Korek torch, jet, atau api biru (sering dipakai untuk cerutu): sebaiknya jangan dibawa. Dokumen panel barang berbahaya ICAO mencatat IATA menambahkan larangan untuk jenis ini, dan banyak maskapai menolaknya.
  • Korek elektrik atau plasma (pakai baterai): aturannya berbeda per maskapai karena menyangkut baterai litium. Singapore Airlines, misalnya, melarang korek bertenaga baterai di bagasi kabin maupun tercatat. Tanyakan maskapai Anda sebelum terbang.
  • Korek api batang: satu kotak kecil di badan. Korek batang yang bisa menyala di permukaan apa saja (strike-anywhere) dilarang.

Kenapa banyak cerita korek disita di bandara Indonesia?

Karena kebanyakan korek ditemukan di tempat yang salah. Penelitian tentang pemeriksaan keamanan di bandara Indonesia, misalnya kajian STTKD 2024 di security check point, mencatat korek api sebagai salah satu barang terlarang yang paling sering ditemukan, dan banyak penumpang tidak tahu korek tidak boleh di dalam tas. Korek yang terselip di tas kabin atau di koper akan diambil petugas avsec.

Kami tidak menemukan pernyataan resmi bahwa Bandara Ngurah Rai melarang semua korek, dan juga tidak menemukan berita penyitaan korek di Ngurah Rai yang bisa diverifikasi. Tetapi petugas avsec berhak menahan barang yang mereka nilai berbahaya, dan korek di luar ketentuan tidak akan dikembalikan. Anggap korek Anda sebagai barang yang mungkin hilang, terutama bila nilainya sentimental.

Bagaimana kalau tujuan atau transit di negara lain?

Aturan bandara keberangkatan berikutnya yang berlaku. Beberapa maskapai dan negara lebih ketat dari standar IATA. Bandara Changi di Singapura hanya mengizinkan korek yang dibawa di badan. Tiongkok dikenal melarang korek dibawa naik pesawat dari bandaranya, jadi bila Anda transit di sana, korek dari Bali hampir pasti harus ditinggal. Cek situs maskapai dan bandara transit Anda beberapa hari sebelum terbang.

Rokok, vape, dan power bank ikut diperiksa?

Rokok biasa tidak masalah di kabin (merokok di pesawat tetap dilarang). Vape dan power bank punya aturan sendiri yang lebih rinci soal baterai, sudah kami bahas di aturan vape di pesawat dari Bali dan aturan power bank dari Bali.

Cara paling aman

  • Pindahkan satu korek ke saku sebelum antre pemeriksaan. Sisanya, termasuk korek oleh-oleh, jangan dibawa.
  • Bila korek Anda mahal atau kenangan, kirim lewat kargo/kurir yang menerima barang itu, atau tinggalkan di rumah.
  • Jangan menyalakan korek di dalam pesawat atau di area bandara yang dilarang merokok.

Satu catatan praktis: korek gas murah dijual di hampir semua minimarket di Bali seharga beberapa ribu rupiah, jadi membeli baru setelah mendarat biasanya jauh lebih mudah daripada mempertahankan korek lama di pemeriksaan bandara.

Semua aturan Bali di satu halaman 87 panduan aturan & larangan untuk turis, dikelompokkan per topik. Lihat daftar lengkap
Bolehkah Membawa Korek Api Naik Pesawat dari Bali? Bolehkah Membawa Korek Api Naik Pesawat dari Bali? Bolehkah Membawa Korek Api Naik Pesawat dari Bali?

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.