Pillar

Apakah Air Keran di Bali Aman Diminum?

Tidak. Air keran di hotel, vila, dan rumah di Bali tidak dianjurkan untuk diminum langsung, dan warga lokal pun hampir tidak ada yang melakukannya. Minum air kemasan tersegel, air galon, atau air yang sudah direbus. Info di bawah dicek September 2026.

Kenapa tidak aman, padahal ada PDAM?

Perusahaan air minum daerah seperti Perumda Tirta Sewakadarma (Denpasar) dan Tirta Mangutama (Badung) mengolah air di instalasinya, tetapi kualitas di titik keran tidak dijamin. Air melewati pipa panjang, lalu sering ditampung dulu di tandon atau toren di atap sebelum sampai ke kamar Anda. Banyak vila dan guesthouse, terutama di Canggu, Ubud, dan Uluwatu, juga memakai sumur bor sendiri. CDC Amerika Serikat, dalam saran makanan dan minuman untuk pelancong ke Indonesia, menganjurkan hanya minum air kemasan tersegel atau air yang dimasak atau diolah.

Bolehkah sikat gigi pakai air keran?

Banyak wisatawan melakukannya tanpa masalah, karena air yang tertelan sangat sedikit. Kalau perut Anda sensitif, sedang hamil, atau membawa anak kecil, pakai air minum yang disediakan hotel. Hampir semua hotel menaruh botol atau dispenser di kamar untuk keperluan ini.

Es batu di kafe dan warung aman?

Umumnya aman bila berupa es kristal buatan pabrik: bening, berbentuk tabung dengan lubang di tengah atau kubus seragam. Es ini dibuat dari air yang sudah diolah. Yang perlu diwaspadai adalah es balok, bongkahan besar putih keruh yang dipecah dengan palu. BPOM mengingatkan es balok umumnya dibuat dari air mentah untuk mendinginkan ikan atau minuman kemasan, bukan untuk dimakan. Di warung kecil yang ragu, pesan minuman tanpa es.

Isi ulang di mana, sekarang botol kecil makin jarang?

Sejak Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah (terbit 2 April 2025), air minum dalam kemasan plastik sekali pakai di bawah 1 liter tidak boleh lagi diproduksi dan didistribusikan di Bali. Gugatan pelaku usaha terhadap kebijakan ini ditolak dan putusannya berkekuatan hukum tetap sejak akhir Juli 2026. Akibatnya botol 600 ml yang dulu ada di tiap minimarket makin jarang. Pilihan Anda:

  • Bawa botol minum sendiri dan isi dari galon 19 liter di hotel atau vila.
  • Cari stasiun isi ulang lewat aplikasi atau peta Refill My Bottle, gerakan yang lahir di Bali; kafe, toko, dan hotel yang ikut memasang stikernya di jendela. Sebagian gratis, sebagian bayar sedikit.
  • Beli air kemasan 1,5 liter di minimarket untuk perjalanan jauh.

Tips lain soal mengurangi plastik selama liburan ada di panduan wisata Bali ramah lingkungan.

Kalau sudah terlanjur kena "Bali belly"?

Minum oralit atau cairan elektrolit sedikit-sedikit tapi sering, makan yang hambar, dan istirahat. Segera ke dokter bila diare disertai darah, demam tinggi, muntah terus sampai tidak bisa minum, tanda dehidrasi (jarang buang air kecil, pusing saat berdiri), atau tidak membaik dalam dua hari. Anak kecil dan lansia sebaiknya diperiksa lebih cepat. Daftar rumah sakit, klinik 24 jam, dan nomor darurat ada di panduan kesehatan dan darurat di Bali.

Satu pertanyaan yang layak diajukan saat check-in: dari mana air dispenser di kamar diisi. Jawaban "galon" atau "filter reverse osmosis" berarti aman diminum; kalau staf ragu, pakai air kemasan saja.

Apakah Air Keran di Bali Aman Diminum? Apakah Air Keran di Bali Aman Diminum? Apakah Air Keran di Bali Aman Diminum?

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.