Aman Bikin Tato di Bali? Risiko dan Cara Memilih Studio

Bikin tato di Bali bisa aman, asalkan studionya memakai jarum baru sekali pakai dan mensterilkan alat dengan autoklaf. Masalahnya ada pada studio yang lalai. Contoh yang paling sering dikutip terjadi akhir 2011: Departemen Kesehatan Australia Barat menyatakan seorang warganya kemungkinan besar tertular HIV dari tato yang dibuat di Bali, dan penyelidikan bersama otoritas Indonesia di kawasan Kuta menemukan praktik pengendalian infeksi yang kurang di sejumlah studio.

Penyakit apa yang bisa menular lewat tato?

Tiga yang utama: hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, ditambah infeksi bakteri pada luka. Lembar fakta WHO tentang hepatitis B menyebut tato dan tindik sebagai salah satu jalur penularan. CDC menyebut hepatitis C bisa menular lewat tato atau tindik di tempat yang tidak diawasi. Kemenkes memasukkan orang dengan riwayat tato dan tindik memakai alat tidak steril ke kelompok yang dianjurkan deteksi dini hepatitis B.

Dua langkah sederhana sebelum berangkat: cek apakah Anda sudah divaksin hepatitis B (lihat vaksin yang perlu sebelum ke Bali), dan bila Anda sudah telanjur ditato di tempat yang meragukan, periksakan diri untuk HIV dan hepatitis setelah pulang, seperti yang dianjurkan otoritas Australia Barat dalam kasus 2011.

Bagaimana memilih studio yang aman?

  • Jarum dan cartridge dibuka di depan Anda dari kemasan steril yang tersegel. Minta lihat bila tidak ditunjukkan.
  • Tinta dituang ke wadah kecil sekali pakai, lalu sisanya dibuang, bukan dikembalikan ke botol.
  • Autoklaf untuk alat logam yang dipakai ulang. Studio serius bisa menunjukkan mesinnya dan catatan uji sterilisasinya.
  • Sarung tangan baru, dan mesin, kabel, serta botol semprot dibungkus plastik pelindung yang diganti tiap klien.
  • Izin usaha. Tanyakan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari sistem OSS. Izin usaha tidak otomatis membuktikan kebersihan, jadi tetap cek poin di atas.
  • Hindari tato di pantai, di kamar hotel, atau layanan panggilan tanpa studio. Hindari juga ditato saat mabuk.
  • Portofolio dan ulasan terbaru. Harga jauh di bawah pasaran adalah alasan untuk bertanya lebih teliti, bukan untuk langsung setuju.

Black henna di pantai aman?

Tidak. Smartraveller, situs resmi pemerintah Australia, menyarankan wisatawan menghindari tato black henna karena pewarnanya sering memicu reaksi kulit serius. Warna hitam pekat itu biasanya berasal dari para-phenylenediamine (PPD), bahan pewarna rambut yang tidak dimaksudkan untuk dioles langsung ke kulit. FDA Amerika Serikat juga memperingatkan reaksinya: gatal, lepuh, kulit memucat, hingga bekas luka permanen. Reaksi bisa muncul beberapa hari kemudian, saat Anda sudah pulang. Orang yang tersensitisasi PPD bisa bereaksi seumur hidup terhadap cat rambut. Henna asli berwarna cokelat kemerahan, bukan hitam; anak-anak paling sering jadi korban karena tato ini murah dan dijajakan di pantai.

Boleh berenang dan berjemur setelah tato?

Sebaiknya tidak sampai kulit sembuh, umumnya sekitar 2-4 minggu tergantung ukuran. Tato baru adalah luka terbuka; air laut, kolam, dan jacuzzi membawa bakteri. Matahari memudarkan tinta dan mengiritasi luka, sementara tabir surya jangan dioles di luka yang belum menutup. Tutup dengan pakaian longgar, lalu setelah sembuh pakai tabir surya SPF tinggi.

Karena itu, kalau liburan Anda berisi surfing, snorkeling, atau ke beach club, bikin tato di akhir perjalanan, bukan di hari pertama. Kemerahan yang meluas, bernanah, atau demam adalah tanda infeksi; daftar klinik dan rumah sakit di Bali membantu bila perlu dokter.

Berapa harga tato di Bali?

Menurut panduan harga 2026 yang diterbitkan beberapa studio di Canggu dan Seminyak, biaya minimum per tato umumnya Rp500 ribu-1,5 juta, tarif per jam sekitar Rp500 ribu-1 juta, dan tato kecil sederhana mulai sekitar Rp800 ribu-1 juta. Proyek besar seperti satu lengan penuh bisa melewati Rp30 juta dan butuh beberapa sesi. Angka ini berasal dari studio sendiri, jadi anggap sebagai kisaran; minta harga tertulis sebelum mulai (dicek September 2026).

Gambar apa yang sebaiknya dihindari?

Mei 2022, seorang turis perempuan viral setelah memamerkan tato Dewa Ganesha di pahanya. Ketua PHDI Bali saat itu, I Nyoman Kenak, menyatakan gambar bermuatan sakral dan magis tidak layak dijadikan tato di bagian tubuh mana pun, dan meminta seniman tato ikut mengedukasi klien. Aktivis Ni Luh Djelantik juga mengecam tato itu secara terbuka.

Pegangan praktisnya: hindari figur dewa-dewi Hindu, aksara suci seperti Ongkara, dan rajah sakral, terutama di kaki atau bagian tubuh bawah. Tato semacam itu juga bisa membuat Anda canggung saat masuk pura; baca etika berkunjung ke pura bila berencana ke sana. Seniman Bali yang berpengalaman biasanya akan menolak atau menyarankan desain lain, dan itu justru tanda studio yang bisa dipercaya.

Satu saran terakhir: foto kemasan jarum dan nama seniman Anda sebelum mulai. Bila kelak ada masalah kesehatan, dokter dan studio punya catatan yang jelas.

Aman Bikin Tato di Bali? Risiko dan Cara Memilih Studio Aman Bikin Tato di Bali? Risiko dan Cara Memilih Studio Aman Bikin Tato di Bali? Risiko dan Cara Memilih Studio

Siap menginap mewah dengan harga voucher?

Jelajahi hotel partner premium kami dan kunci harga terbaik hari ini.

Lihat Hotel Partner

Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Jelajahi Lainnya

Artikel menarik lain yang mungkin kamu suka.