Di dataran tinggi Buleleng, di antara Danau Buyan dan Tamblingan, ada satu lembah yang dilewati begitu saja oleh sebagian besar wisatawan. Air Terjun Pucak Manik berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, sekitar 10 menit berkendara dari deretan spot foto Wanagiri. Bedanya, di sini kamu harus menuruni ratusan anak tangga — dan biasanya hanya ada segelintir pengunjung lain.
Tiga Air Terjun dalam Satu Lembah
Nama Pucak Manik mencakup tiga air terjun berdekatan dengan karakter berbeda: yang terkecil sekitar 5 meter dengan kolam dangkal, satu lagi bertingkat sedang, dan yang tertinggi menjulang kira-kira 30–40 meter ke ceruk batu berlumut.
- Air terjun tertinggi butuh jalan kaki tambahan beberapa menit dari yang pertama
- Kolamnya bisa dipakai berendam, tapi airnya dingin khas ketinggian sekitar 1.000 mdpl
- Debit paling deras saat musim hujan, air paling jernih di akhir kemarau
Turunnya Ringan, Naiknya yang Menguji
Jalurnya berupa ratusan anak tangga beton, kayu, dan tanah yang menuruni tebing. Pegangan bambu dan potongan ban bekas dipasang di beberapa titik agar tidak licin, dan ada bangku istirahat di tengah jalur. Turun perlu 15–30 menit; naiknya lebih lama dan jauh lebih melelahkan.
Lebih Sepi daripada Tetangganya
Banyumala Twin Waterfall dan Banyu Wana Amertha ada di kawasan yang sama dan sudah masuk radar rombongan tur. Pucak Manik masih dikelola sederhana oleh warga: warung kecil, toilet di pintu masuk, ruang ganti kayu, dan parkir terbatas. Jangan berharap kafe atau ayunan berbayar.
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dekat Danau Buyan. Lihat di Google Maps
- Jam & tiket: Umumnya buka sekitar 08.00–17.00; tiket sekitar Rp20.000 per orang, kerap sudah termasuk sebotol air. Parkir beberapa ribu rupiah.
- Akses: Sekitar 2,5–3 jam dari Denpasar lewat Bedugul, kurang lebih 1 jam dari Singaraja. Simpangan dari Jalan Raya Wanagiri sempit dan menurun curam, hanya muat satu mobil — mobil kecil atau motor lebih nyaman.
- Persiapan: Alas kaki bertapak (sepatu trekking atau sandal gunung), air minum, baju ganti, dan jas hujan. Datang pagi hingga tengah hari; hindari hujan deras karena tangga licin.
- Sosmed: cari di Instagram
Karena jalur pulangnya menanjak, banyak orang memilih tidak buru-buru kembali ke selatan. Menginap semalam di Munduk atau Lovina membuat pagi berikutnya jadi milikmu, dan voucher hotel AccessiaPass bisa memangkas biaya kamar di Bali Utara agar sisa anggaran cukup untuk kopi Munduk dan air terjun berikutnya.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!